Bentuk Klinik HIV (The City Established HIV Clinic)

image_pdfimage_print

Bentuk Klinik HIV

The City Established HIV Clinic

 

HIV (Human Immuno Deficienci Virus) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. HIV dapat menular melalui hubungan seksual, jarum suntik narkoba dan tranfusi darah. Sedangkan AIDS adalah singkatan dari Aqcuired Immune Deficienci Syndrome, atau kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Pada 2015, Provinsi Jawa Timur adalah provinsi yang melaporkan  kasus AIDS terbanyak di tahun 2015. Di Kota Probolinggo terdapat 45 kasus penderita AIDS, menempati urutan empat terbawah Provinsi Jawa Timur. Banyak yang berasumsi bahwa PSK sangat identik dan dekat dengan HIV/AIDS. Akan tetapi, data penderita di provinsi ini jumlah penderita tertinggi berasal dari wiraswasta, disusul ibu rumah tangga, karyawan dan untuk PSK justru ada di urutan ke 6.

Untuk menanggulangi dan mencegah penyebara HIV, Dinas Kesehatan Kota Probolinggo meresmikan VCT (Voluntary Counselling Testing) “CERIA” di Puskesmas Kanigaran. “Tujuan dari VCT ini untuk menurunkan jumlah kasus HIV serendah mungkin. Menurunkan tingkat diskriminasi, dan menurunkan angka kematian karena AIDS serendah mungkin,” ungkap konselor VCT Ceria dr Ike Yuliana.

VCT Ceria ini merupakan VCT kedua di Kota Probolinggo, tahun 2013 sudah terlebih dulu ada di Puskesmas Wonoasih. “Dengan adanya VCT ini diharapkan masyarakat tidak takut memeriksakan dirinya untuk melakukan test HIV. Jika mengetahui sejak dini, maka penyebaran virusnya bisa ditekan, dan agar tidak menyebar,” ujar dr Ike.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati mengatakan sangat mengapresiasi dengan diresmikannya VCT kedua di Kota Probolinggo ini. “Saya sangat apresiasi sekali karena pukesmas Kanigaran ini mau membentuk tim konselor untuk VCT. Dengan adanya VCT ini semoga saja penyebaran HIV bisa dikurangi, seperti dari tujuan VCT ini sendiri adalah untuk menurunkan angka kematian karena AIDS (Zero AIDS related deaths),” ungkapnya.

Tidak hanya untuk mengurangi jumlah penderita HIV/AIDS saja, akan tetapi juga untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang virus ini. Banyak masyarakat yang masih takut untuk berinteraksi dengan penderita HIV positif, bahkan untuk bersentuhan tangan saja mereka merasa akan tertular.

Sehingga banyak dari penderita HIV yang merasa terasingkan karena tidak ada yang mau dekat dengannya. Menurutnya, virus HIV tidak akan menular melalui bersin ataupun keringat, karena virus ini hanya terdapat pada darah, cairan sperma atau vagina dan air susu ibu (ASI). Oleh karena itu virus ini tidak mudah untuk ditularkan, berbeda dengan yang dipikirkan masyarakat.

Seperti yang diungkapkan oleh dr Ike dalam presentasinya, penderita HIV ini membutuhkan dorongan semangat untuk menjalani pengobatan. Dengan begitu mereka mau menjalani pengobatan, agar virusnya tidak semakin menyebar dan mengakibatkan AIDS.

“Kita tidak boleh menjauhi penderita HIV, karena mereka membutuhkan kita untuk memberikan semangat. Karena peluang untuk sembuh sangat kecil, sehingga mereka membutuhkan orang-orang terdekat untuk memberikan semangat dalam menjalani pengobatan untuk menekan pertumbuhan virus HIV dalam tubuhnya,” jelas dr Ike.

Senada dengan dr Ike, Rosi salah satu anggota KPA (Komisi Peduli AIDS) Probolinggo yang hadir dalam peresmian tersebut mengungkapkan harapannya terhadap VCT Ceria. “Dengan adanya klinik ini saya berharap supaya virus ini tidak semakin menyebar di Kota Probolinggo khususnya. Semoga saja dengan adanya klinik ini juga bisa menanggulangi sedini mungkin,harap Rosi.

Kepala Pukesmas Kanigaran Lusi Tri Wahyuli menambahkan, sosialisasi sudah dilakukan di kelurahan maupun sekolah-sekolah. Saya berharap semoga masyarakat tidak lagi takut untuk memeriksakan dirinya sejak dini. Untuk target kedepannya adalah 90% masyarakat dari kelompok dengan resiko, mau untuk memeriksakan dirinya. Periksanya pun tidak di pungut biaya, dan buka setiap hari Rabu dan Kamis,” ujar Lusi. firmansyahaldillah

 

 

HIV (Human Immuno Deficienci Virus) is a virus attacking the human’s immunity system. It can be transmitted through free sex intercourse, needle sharing, and blood transfusion. Meanwhile AIDS stands for Aqcuired Immune Deficienci Syndrome, or a syndrome caused by the decreasing of immunity system.

In 2015, East Java Province was the province reporting the most cases of AIDS. In Probolinggo city, there was 45 cases of AIDS patients; made it at the bottom 4 of the province. Many assume that sex workers (PSK) are identical with HIV/AIDS. But, based on the data of AIDS patients, the highest rate of AIDS patients are entrepreneurs, housewives, employees, while sex workers lie on sixth.

To prevent the spread of HIV, Probolinggo city’s Health Agency has officially established VCT (Voluntary Counseling Testing) ‘CERIA’ at Puskesmas Kanigaran. “The establishment of VCT is aimed to reduce the cases of AIDS as much as possible,” counselor VCT Ceria, dr Ike Yuliana said.

VCT Ceria is the second one in the city. In 2013, the same facility was established at Puskesmas Wonoasih. “By having the VCT, it is expected that the citizens would not be afraid to undergo a HIV testing. When the virus can be detected earlier, then the spread of it can be minimized,” dr. Ike said.

Meanwhile, the head of Probolinggo city’s Health Agency, drg. Ninik Ira Wibawati expressed her appreciation of the establishment of the second VCT in the city. “I really appreciate since Puskesmas Kanigaran formed a counselor team for VCT. By having the VCT, I hope we can reduce thespread of HIV, as what it is aimed to decrease the mortality due to AIDS (Zero AIDS related deaths,)” she said.

VCT is establishe not only to reduce the number of AIDS patients, but also to give dissemination to the citizens on the virus. Many are still afraid of interacting with HIV-positive patients, and they even are unwilling to shake their hands because they think that they would be infected.

The AIDS patients feel to be alienated since there is no one willing to interact with them. According to Ninik, the virus would not be infected through sneezing or sweating, because the virus is in the blood, sperms, or breast milk (ASI). Therefore the virus is not easily infected like the citizens think it is.

As was explained by dr. Ike on her presentation, the AIDS patients need motivation to have medicine treatment. That way, they will do a medicine treatment to prevent the virus to spread.

“We are not supposed to push them away because they need us to give them motivation. Since the chance to recover is very small, they need their close relatives to give them motivation to do medicine treatment, suppressing the virus development in their bodies,” dr. Ike explained.

Rosi, one of the members of AIDS Mitigation Admission (KPA), similarly stated her expectation for VCT Ceria. “By having the clinic, I hope that the virus is not widely spreading in the city particularly. I also hope that the clinic can prevent the virus as early as possible,” Rosi said.

 

The head of Puskesmas Kanigaran, Lusi Tri Wahyuli added that disseminations on the virus have been implemented in sub-districts and schools. “I hope that the citizens are no longer afraid to undergo a HIV testing. Later, we have targeted 90% of community groups who have high-risk possibility of HIV positive, would like to undergo the test. It is free and we are open on Wednesday and Thursday,” Lusi said.

Leave a Reply

Your email address will not be published.