DISKOMINFO TAMPILKAN PERTURA  (Diskominfo performs Pertura)

image_pdfimage_print

Pertunjukan rakyat (PERTURA) menjadi hiburan bagi warga Kecamatan Wonoasih. Pasalnya, pertunjukan ludruk tradisional itu digelar (4/4) bersamaan dengan persiapan Semarak Pagi Kota Probolinggo episode II keesokan harinya (5/4).

Pertunjukan Rakyat (People Performance/Pertura) become an amusement event for Wonoasih people. It is caused the traditional Ludruk (traditional art of East Java Province) was held on the same day (4/4) as the preparation of Semarak Pagi Kota Probolinggo (Car free day of Probolinggo city) that will be held on the next day (5/4).

Panggung kesenian di setting tidak terlalu tinggi, karena para penontonnya disiapkan karpet sebagai tempat duduknya. Tidak ketinggalan Wali Kota Rukmini didampingi Sekda Johny Haryanto, Kepala Diskominfo Rey Suwigtyo dan kepala satker lainnya, juga ikut menikmati pertunjukan tersebut.

There are low stage and carpet for the audience. The mayor Rukmini accompanied by the regional secretary Johny Haryanto, the head of Informatic and Communication agency (Diskominfo) Rey Suwigtyo and the others also enjoy the show.                                                                       

Awal mereka menampilkan atraksi yang akan dilombakan dalam pekan kelompok informasi masyarakat (KIM). Pelaksanaannya di Kabupaten Nganjuk, mulai 20-24 April 2015. Sedangkan untuk penampilan PERTURA pada (21/4).

In the beginning, they perform the attraction that will be competed on Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM/Community Information Group). It will be held at Nganjuk regency, starting on 20-24April 2015, and Pertura will perform at (21/4).

Kabid Komunikasi Diskominfo, Susilo menuturkan seputar masuknya Kota Probolinggo dalam nominasi tingkat Bakorwil Malang. Dengan begitu bisa tampil dalam pekan KIM mendatang, sekaligus bersaing dengan 3 daerah lainnya.

The head of Communication department of Diskominfo, Susilo explained about Probolinggo city as a nominee in Bakorwil Malang that it makes Probolinggo city has to perform in the next KIM, and compete with the three other region.

“Awalnya ada seleksi, dan kita mengirimkan dalam bentuk CD. Setelah masuk nominasi dan lolos tingkat Bakorwil Malang, maka persiapan dikebut untuk tampil dalam lomba PERTURA pekan KIM tingkat Jatim,” imbuhnya.

“There are a selection and we send CD of the Pertura. After we pass Bakorwil Malang level, so we have to prepare for Pertura competition in Provincial level,” he added.

Selain Kota Probolinggo, yang tampil diantaranya Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Situbondo dan Kota Malang. Usai lolos seleksi, pihaknya langsung melakukan persiapan bersama para pelaku seni kota. Khususnya sanggar Panji Laras asuhan Muji, dari Sumber Wetan.

Besides Probolinggo city, there are Banyuwangi Regency, Situbondo regency, and Malang city. After the selection, he directly get some preparation along with the artists especially with Panji Laras studio and Muji as the director, and it located at Sumber Wetan.

“Dalam 2 bulan kita latihan agar maksimal. Kemudian hasilnya kita record saat atraksi di gedung kesenian, namun waktu itu tidak ditonton khalayak umum. Nah kali ini kita tampilkan hasilnya agar masyarakat bisa menyaksikan,” ujar pria berkacamata ini.

“In 2 months we maximize the training, and we record it when we train in Gedung Kesenian (Art Hall), but it was still bad performance. So this time we performs it for the people,” said the man with glasses.

Ia juga berharap kesenian semacam ini tetap eksis, sehingga tidak tergerus budaya modern. Untuk itu dibutuhkan kreatifitas para sanggar seni agar tidak kalah bersaing. Selanjutnya masyarakat menyaksikan atraksi tersebut dengan durasi waktu 30 menit sesuai aturan PERTURA.

He hoped that this kind of art is still exist, not eroded with the modern culture. And it needs the creativity of the artists. The attraction takes 30 minutes long based on the Pertura rules.

Dimulai dengan atraksi jaran bodag sebagai kesenian khas Kota Probolinggo, tari Lengger, serta kisah tentang Minak Jinggo dan Damar Wulan tentang asal mula Kali Banger. Usai pertunjukan tersebut, warga Kecamatan Wonoasih dan sekitarnya dihibur dengan Jula-Juli bahasa Madura (Ngejung) serta humor Madura bersama Patmo Cs. (yul)

 

The performance starts with Jaran Bodhag attraction as the traditional dance of Probolinggo city, Lenger dance, and the story about Minak Jinggo and Damar Wulan on Kali Banger origin. After the performance, Wonoasih people is also entertained by Jula Juli (singing) in Madurese language (Ngejung) and Madurese humours hosted by Patmo and friends.

Leave a Reply

Your email address will not be published.