Memberikan Ruang Bagi Anak Untuk Berpendapat Giving The Freedom of Speech for Children

image_pdfimage_print

 

Pemerintah Kota Probolinggo tengah merencanakan pembangunan partisipatif dengan melibatkan berbagai pihak. Peran serta masyarakat baik sebagai obyek maupun subyek pembangunan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat tidak terkecuali anak-anak sehingga hasil pembangunan yang dihasilkan akan sesuai dengan sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan bagi masyarakat. 

The government of Probolinggo municipal had involved all the society, including the children to be part of the regional development plan, so it will correspond to their need.

Maka dari itu, setelah sukses menyelenggarakan sarasehan perempuan, hari ini (30/1), Pemerintah Kota Probolinggo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda dan Litbang) mengadakan sarasehan anak di Puri Manggala Bhakti Sekretariat Daerah Kota Probolinggo. 

After succeed in women workshop, the Probolinggo municipal through the Regional development Plan Agency (Bappeda) held the children workshop at Puri Manggala Bhakti Hall of Probolinggo Mayor Office.

 

Peserta sarasehan ini adalah perwakilan dari SMP dan SMA sederajat. Selain itu, peserta juga berasal dari Dewan Perwakilan Anak (DPA) dan Forum Anak yang ada di seluruh kelurahan se-Kota Probolinggo. “Peserta sarasehan ini berjumlah sekitar 120 anak. Dan sarasehan ini bermaksud untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak terkait dengan siklus perencanaan pembangunan yang ada di Kota Probolinggo,” kata Heri Astuti, Sekretaris sekaligus Plt Bappeda Litbang.

 The participants of this workshop are the representative of high school students, the members of the Children Representative Council, and Children Forum of Probolinggo city. “There are 120 children, and we’d to give understanding on how the development plan have made,” said Heri Astuti, the Secretary of Bappeda.

Wali Kota Probolinggo Rukmini pun mengatakan, bahwa anak-anak yang telah ditunjuk sebagai perwakilan haruslah aktif dalam membawa aspirasi-aspirasi dari setiap sekolah yang mereka wakili. “Sebagai agent of change, anak-anak memang harus diberi ruang untuk memberikan pendapat dalam pembangunan masyarakat,” tuturnya. 

The Probolinggo mayor, Rukmini said that the children should be active in giving the speech. “As the agent of change, we should give the opportunity for the children in giving their speech for the development,” said her.

 

Selain itu dia juga mengingatkan bahwa anak-anak jangan mudah terpengaruh dengan budaya asing dan juga harus mencintai negara. “Contoh sederhana saja, anak harus tahu bagaimana cara menyanyikan lagu Indonesia Raya yang benar, karena belum tentu mereka melakukannya dengan sikap yang benar,” katanya. 

She also reminds them not to be influenced by the foreign culture and loves their country. “For small example, you have to sing “Indonesia Raya” (National Anthem) in correct way, on how the attitude when you sing it,” said the mayor.

Dia juga mengatakan bahwa masih banyak tantangan untuk terus memberi ruang kepada anak-anak untuk mengakomodir hak-hak anak. “Karena pembangunan masih kurang mempertimbangkan dan tidak berpihak pada kebutuhan anak,” katanya. 

She also said there are so many obstacles to accommodate the children’s right. “Because the development showed less attentiveness to children’s need,” she said.

Dia juga mengharapkan hal-hal terbaik kepada para anak Kota Probolinggo. “Semoga anak-anak Kota Probolinggo tidak terjerat narkoba, seks bebas, dan pernikahan dini,” imbuhnya.

She hoped the best things for the children of Probolinggo city. “I wish there are no children with drugs, free-sex and early-aged marriaged,” said her.

 

Dalam sarasehan ini, Bappeda Litbang akan memaparkan tentang kebijakan pembangunan Kota Probolinggo. Selain itu juga mendatangkan narasumber dari Bappeda Provinsi Jawa Timur yang menjelaskan mekanisme perencanaan pembangunan dengan tema pelibatan anak dalam perencanaan pembangunan daerah. 

In this workshop, Bappeda explained the development policies of Probolinggo city. There are some speakers from Bappeda of East Java Province explaining about the mechanism of development plans and involving the children in regional development plan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.