Perempuan Berpartisipasi Rencanakan Pembangunan Women Involved in Development Plan

image_pdfimage_print

 

“Perempuan harus ikut berpartisipasi dalam mewarnai pembangunan, caranya kita harus mengikuti tata kelola aturan pemerintahan, artinya (usulan, saran untuk pembangunan kota) harus masuk di dalam setiap kegiatan pemerintahan, karena apapun yang akan dilakukan pemerintah itu sudah harus direncanakan setahun sebelumnya,” tegas drg. Rochendah, Kabid Kelembagaan PUG-PUHA pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jatim saat menjadi narasumber dalam acara Sarasehan Perempuan Merencanakan Pembangunan, di Ruang Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo, Kamis (26/1).

 “Women should be participated in development, by following the governmental rules which means that all suggestions and aspiration should be informed in a previous year,” said Rochendah, the head of Institutonal division of Women Empowerement, Children Protection and Population Agency of East Java Province, as the speaker of Women in Development Planning Workshop, at Puri Manggala Bhakti Hall of the Mayor Office, on Thursday (26/1)).

Heri Astuti selaku PLT Bappeda dan Litbang mengatakan acara ini digelar untuk memberikan pemahaman pada perempuan terkait dengan siklus perencanaan pembangunan yang ada di Kota Probolinggo. “Sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka agar dapat menyampaikan aspirasinya terhadap berbagai permasalahan yang ada serta bagaimana solusi pemecahannya,” ujarnya.

Heri Astuti as an acting official of Bappeda and Litbang said it is held to give understanding for women on the development plan of Probolinggo city. “It is an opportunity to speak their aspiration on the problems and the solution,” said her.

Sekda Johny Haryanto pun mengapresiasi acara sarasehan ini sebagai aksi nyata memberikan kesempatan untuk para perempuan mengajukan pendapatnya. Apalagi gelaran musrenbang yang sudah berjalan baik di kelurahan, kecamatan serta kota belum banyak melibatkan peran perempuan dan ibu-ibu. 

The regional secretary Johny Haryanto appreciate this workshop as an opportunity for women to speak their aspiration, because the Regional Developments Planning Forum (Musrenbang) does not involve women in it.

“Perempuan sebagai subyek, obyek serta pelaku pembangunan tidak sungkan menyampaikan aspirasinya, mengungkapkan pandangan mereka untuk pembangunan Kota Probolinggo kedepan,” terang Johny. Sebanyak 135 undangan dari unsur perempuan memenuhi undangan tersebut diantaranya Kader Posyandu, unsur PKK, kelompok keagamaan, kader lingkungan serta unsur perempuan lainnya. (Riza Meinita)

“Women which are both subject and the object of the development should speak their aspiration, reveal their thought for Probolinggo development,” said Johny. There are 135 invitees in this activity consisting of Posyandu cadres, PKK, religious community, environmental cadres and another elements.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.