Wali Kota: Tekankan Sisi Humanisme Dalam Bertugas

image_pdfimage_print

BKPSDM Gelar Pelatihan untuk Satpol PP

Bertempat di Pangkalan TNI Angkatan Laut, Malang, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) menggelar diklat untuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Diklat ini digelar BKPSDM bekerjasama dengan Badan Diklat Provinsi Jatim dan TNI Angkatan Laut.

Sekretaris BKPSDM, Pudi Adji Tjahjo Wahono menyebutkan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku Polisi Pamong Praja. “Serta untuk meningkatkan profesionalisme Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas penegakan perda, penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat,” ujarnya.

Hadir dalam acara ini Wali Kota Rukmini didampingi Sekda Johny Haryanto serta sejumlah kepala satuan kerja di lingkungan Pemkot Probolinggo. Hadir pula Kepala Bandiklat Jatim yang diwakili oleh Kepala Bidang Fungsional Sucipto, dan Komandan Lanal yang diwakili Perwira Pelaksana Mayor Laut Imam Syafi’i.

Diklat ini diikuti 30 petugas Satpol PP termasuk pasukan, provos, hingga pejabat struktural yang ada di lingkungan kerja Satpol PP. Selama kurang lebih 18 hari ke depan, para peserta diklat akan menerima berbagai macam materi mulai studi kasus, diskusi dan tanya jawab, simulasi/role playing, latihan fisik hingga benchmarking to best practice.

Dalam sambutannya Rukmini menyampaikan Satpol PP belakangan ini tidak pernah luput dari sorotan publik, masih jauh dari sosok ideal. Dalam kesempatan ini, Rukmini berharap agar peserta dapat memaksimalkan kesempatan mengikuti diklat ini dengan baik.

“Saya berharap Satpol PP dapat lebih menekankan sisi humanisme ketika menjalankan tugas. Setiap aparat harus mengutamakan fungsi pembinaan pada masyarakat. Sikap arogan Satpol PP sudah saatnya ditinggalkan, harus lebih persuasif dan edukatif,” tutur Rukmini.

Terpisah, Kabid Diklat dan Pengembangan Pegawai pada BKPSDM, Andri Purwanto menyatakan diklat ini juga menjadi kesempatan untuk menyosialisasikan Jabatan Fungsional Polisi Pamong Praja. Menurut Andri, dari 30 peserta yang mengikuti diklat, 18 diantaranya telah lulus dan memenuhi persyaratan untuk menjadi pejabat fungsional. 

“Dari 30 peserta ini, 18 diantaranya telah lulus menjadi pejabat fungsional melalui sistem inpassing, tinggal menunggu pengangkatan saja. Diklat ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi 12 peserta lainnya yang belum menjadi pejabat fungsional,” jelas Andri. ∎alfienhandiansyah

Leave a Reply

Your email address will not be published.