Alhamdulillah, Gaji Sopir Non-ASN Naik Rp 500 Ribu

image_pdfimage_print

MAYANGAN – Upacara yang digelar di Alun-alun Kota Probolinggo, Senin pagi (18/3) membawa kabar bahagia untuk kalangan ASN (Aparatur Sipil Negara) dan non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. Mulai 2019, ASN telah menerima tunjangan kinerja sesuai dengan kelas jabatan yang telah ditetapkan. 

Untuk itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin berharap kesejahteraan ini diiringi dengan peningkatan disiplin. Apabila tidak mampu melaksanakan tugas atau melakukan pelanggaran disiplin, maka tunjangan kinerjanya dapat dicabut. 

Habib Hadi –sapaan akrab wali kota- mengimbau Kepala OPD untuk melakukan pembinaan kepada seluruh ASN di lingkungan kerjanya. Sehingga, dapat meningkatkan kinerja dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Serahkan SK CPNS-PTT

Pada kesempatan itu, wali kota juga menyerahkan SK pengangkatan CPNS secara simbolis. Dari perekrutan CPNS, ada 117 orang yang terdiri dari 12 formasi eks tenaga honorer K-II; 1 orang formasi disabilitas; 3 orang formasi lulusan cumlaude dan 101 dari formasi umum.

Saat bersamaan juga ada penyerahan surat penugasan wali kota bagi PTT (pegawai tidak tetap) yang bertugas sebagai pengemudi mobil dinas pimpinan (Kepala OPD) sejumlah 40 orang. 

Sesuai dengan Perwali nomor 32 tahun 2019 tentang perubahan keenam atas Perwali 57, PTT yang berugas sebagai pengemudi mobil dinas pimpinan diberikan tambahan penghasilan sebesar Rp 500 ribu sebagai bentuk perhatian Pemkot atas kesejahteraan seluruh pegawai.

Sesuai honorarium tenaga pelaksana kegiatan penunjang administrasi dan operasional rutin kantor/kedinasan sebesar Rp 835.500.  Setelah SK wali kota terbit, maka sopir di Pemkot bakal mengantongi Rp 1.335.500. 

“Tambahan penghasilan tersebut sebagian akan dibayarkan untuk Jaminan Hari Tua (JHT) pada BPJS ketenagakerjaan. Ke depan, Pemerintah Kota Probolinggo juga akan meningkatkan kesejahteraan tenaga non-ASN lainnya. Insyaallah,” janji Habib Hadi. 28 tenaga akuntansi juga mendapat surat penugasan wali kota bagi PTT yang telah mengikuti seleksi.

Ditemui usai upacara, Habib Hadi yang didampingi Wawali Subri memberikan keterangan, kenaikan gaji Rp 500 ribu per orang bagi sopir non ASN merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan secara bertahap. Hal itu sesuai janjinya saat kampanye. 

“Banyak pertimbangan kenapa sopir yang didahulukan, kebijakan ini tentu disesuaikan dengan beban kerja, tugas dan fungsinya. Selain sopir juga ada TA (tenaga ahli) akuntansi yang dinaikkan kesejahteraannya,” ujar Habib Hadi. 

Untuk non ASN lainnya, wali kota meminta semua pihak bersabar. “Nanti kenaikan secara bertahap diimbangi dengan PAD Kota Probolinggo. Sehingga semua bisa lakukan sesuai kemampuan yang ada. Kalau harapan dan keinginan, semua pasti ingin tapi sampai dimana kemampuannya, ini harus dipahami bersama,” imbuhnya. 

Ia kembali berpesan sebelum meningkat kesejahteraan harus dibarengi dengan kedisiplinan yang menjadi prioritas utama. Habib Hadi pun menjamin hasil seleksi CPNS yang SK diberikan saat upacara secara simbolis, semua prosesnya murni dan clear tidak seperti rumor di luaran. “Kalau sampai ditemukan akan kami batalkan (SK-nya),” tegas ayah tiga orang anak ini. (famydecta/humas)