Tumbuhkan Nasionalisme lewat Aksi Raider di Langit Probolinggo 

image_pdfimage_print

MAYANGAN – Penonton yang memadati Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, Sabtu (23/3) pagi, dibikin tertegun dan histeris. Itu lantaran 16 penerjun dari Brigif Para Raider 18/SEY Kostrad bermanuver di langit Kota Probolinggo.

Teriakan penonton khususnya Ibu-ibu dan anak-anak menyambut landing para pasukan profesional itu. Aksi dari para raider itu berjalan mulus.

Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin bersama Ketua DPRD Agus Rudianto Ghaffur; Dandim 0820 Lektol Inf Imam Widodo; Wakapolresta Kompol Imam Pauji; Asisten Ekonomi Pembangunan Achmad Sudiyanto serta sejumlah Kepala OPD (organisasi perangkat daerah) memilih bertahan di stadion, untuk  menunggu kedatangan para penerjun.

Nampak pula Komandan Brigade Infanteri Para Raider 18/2 Kostrad Kolonel Infanteri Bangkit Rahmad Triwidodo. Para penerjun payung itu tiba sekitar pukul 09.50, menggunakan pesawat Kasa dari Satuan Penerbang Angkatan Darat (AD). Dari Bandar Udara Abdul Rachman Saleh Malang.

Saat sampai di Kota Mangga, 16 pasukan terjun dari ketinggian 9000 feet tepat di atas Stadion Bayuangga.  Hampir tak terlihat saat pesawat tersebut melintas.

Dalam hitungan detik, satu per satu nampak penerjun menembus awan yang begitu cerah. Mereka bermanuver dengan apik. Yakni formasi Sport , Military Jump dan Pengibaran bendera.

Setiap penerjun yang akan landing disambut tepuk tangan penonton yang sengaja menanti kedatangan mereka. 13 penerjun berhasil landing tanpa kendala.

Tiga penerjun lainnya, masih bermanuver di langit kota ini sambil membawa bendera Kostrad dan Lambang Pemerintah Kota Probolinggo. Dan, akhirnya ketiga penerjun tersebut berhasil landing meski sempet bikin deg-degan penonton.

Antusiasme penonton semakin nampak, saat mereka berebut foto bersama para penerjun. Dengan ramah para penerjun pun meladeni permintaan foto bersama. Tak hanya penerjun, Wali Kota Habib Hadi juga jadi sasaran warga yang ingin foto bareng.

Habib Hadi menuturkan, kegiatan terjun bebas (free fall) ini baru kali pertama di Kota Probolinggo. Dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Olimpiade Sains Nasional (OSN), Festival Lomba Seni Siswa Nasional dan Gala Siswa tingkat SD-SMP se-Kota Probolinggo.

“Kegiatan ini bisa menumbuhkan rasa kecintaan anak-anak kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Dan, memberi harapan bahwa masa depan tergantung kepada anak-anak ini. Apa yang dicita-citakan bisa tercapai asal ada niat dan keinginan yang ditanamkan sejak dini,” ujar Habib Hadi.

Wali kota ikut bangga karena penempatan lokasi terjun bebas dalam menyambut HUT Kostrad ke 58 ada di Kota Probolinggo. “Tentunya ini bisa mendekatkan TNI dan masyarakat. Semangat anak muda ini menjadi motivasi, semangat untuk masa depan khususnya bela negara,” terangnya.

Kepada Satuan Kostrad, Habib Hadi berharap Kostrad dapat terus mengoptimalkan tugas dan fungsi. “Apa yang dilakukan hari ini menunjukkan Kostrad siap menguasai NKRI di setiap medan wilayah, dimanapun, kapanpun mereka siap dan tangguh. Kami berterimakasih kegiatannya ditempatkan disini,” tegas Habib Hadi.

Sementara itu, Komandan Brigade Infanteri Para Raider 18/2 Kostrad Kolonel Infanteri Bangkit Rahmad Triwidodo menceritakan alasan Kota Probolinggo menjadi lokasi terjun bebas pasukannya. Pasalnya, Kota Probolinggo memang tidak pernah jadi tempat latihan. Untuk itu, Ia mengajak anggotanya untuk berlatih di Kota Bayuangga.

“Melatih anggota kami, tempat pendaratan tidak hafalan. Tetapi, tempat yang baru untuk menguji profesionalitasnya. Selain itu, kebetulan disini ada acara anak-anak. Jadi, semangat merah putih anak-anak disini biar semakin menyala,” ujar Bangkit.

Katanya, bagi penerjun, setiap pendaratan pasti ada kesulitan, jika terjun di tempat yang baru dan belum pernah tahu tempat itu (pendaratan). “Tapi mereka sudah profesional, alhamdulillah masuk semuanya. Landing bagus, ngatur formasi di atas juga bagus,” ungkap Komandan Brigade Infanteri yang bermarkas di Malang ini.

Dalam satu tahun, latihan penerjunan dilaksanakan empat kali. Selama ini mereka fokus di Malang, namun sekarang mereka berlatih ke beberapa daerah misalnya di Pasuruan dan Probolinggo, kemudian akan dilanjutkan ke daerah lainnya.

“Latihan ini bukan hanya melatih profesionalitas, tetapi agar masyarakat semakin cinta tanah air dan wawasan kebangsaan,” tutur Bangkit.

Bangkit mengucapkan terima kasih ke seluruh masyarakat yang telah menyambut penerjun dengan meriah. “Jangan berhenti mencintai Indonesia,” pesannya.

Salah satu penerjun, Prajurit Kepala Landes Sinabutar mengungkapkan tujuannya terkait aksi kesatuannya tersebut. “Kami ingin berpesan untuk pelajar sekarang ditingkatkan disiplin, lebih cinta Tuhan Yang Maha Esa dan peduli terhadap orangtua,” ucapnya. (famydecta/humas)