Sidak Kawasan Perbatasan, Ini Catatan Wali Kota

image_pdfimage_print

KEDOPOK – Kawasan perbatasan tak luput dari perhatian Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin. Daerah perbatasan juga harus memiliki fasilitas yang sama. Terutama di bidang infrastruktur.

Habib Hadi –sapaan akrabnya- ingin kawasan batas kota punya fasilitas yang sama, terutama di bidang infrastruktur. Menurutnya, jalan lingkungan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) harus lebih baik.

Pernyataan itu ia tegaskan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke jalan lingkungan penghubung antara Kelurahan Kareng Lor dan Kelurahan Sumberwetan, Kecamatan Kedopok, Minggu (24/3) siang. Tepatnya areal persawahan RT 3, RW 6, Kelurahan Sumberwetan.

Sidak dilakukan usai dua hari lalu (22-23/3) jalan akses antar-kampung itu tertutup aksesnya. Itu lantaran luapan air dari drainase yang tersumbat sampah tegal pasca panen.

Meski saat sidak luapan air akibat banjir kiriman dari kabupaten sudah tidak ada, wali kota masih melihat sisa lumpur dan sampah berserakan. Akses jalan saat itu pun sudah bisa dilewati.

Dari Ketua RW setempat diperoleh informasi jika penyebab luapan air itu karena ada oknum pemilik lahan yang sengaja membongkar plengsengan untuk kepentingan pribadi. Yakni, digunakan sebagai jalan kendaraan mengangkut batu bata.

Pernyataan itu dibenarkan oleh Subandri, Lurah Sumberwetan yang juga ikut berada di lokasi sidak. Kepala Dinas PUPR Amin Fredy dan Kepala Pelaksana BPBD Prijo Djatmiko pun ada di tempat itu. Ya, saluran air yang semestinya lancar itu tersumbat tumpukan sampah tegal pasca panen.

Sebuah truk sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) siap di lokasi untuk mengangkut sampah. Namun untuk mengangkat banyaknya sampah diperlukan alat berat berupa backhoe. Untuk itu backhoe milik Dinas PUPR akan didatangkan Senin (25/3).

Wali Kota Habib Hadi menjelaskan, setelah melihat kondisi di lapangan, sebenarnya kondisi plengsengan masih bagus. Tapi, oleh warga dibongkar untuk akses kendaraan batu bata.

Atas sikap warga tersebut, Habib Hadi menuturkan perlunya memberi edukasi kepada masyarakat supaya tidak semena-mena membongkar.

“Akibatnya, ada penumpukan sampah yang meluber ke jalan hingga menutup akses karena tidak ada plengsengan. Lewat RT RW ini saya harap bisa mengimbau warganya tidak membuang bekas pohon atau pohon setelah panenan ke saluran irigasi,” ujar Habib Hadi.

Banjir kiriman dari daerah tetangga pun menjadi salah satu penyebabnya. “Nanti akan dipasang screene (sarangan) di saluran air agar sampah yang terbawa banjir dari kabupaten tidak sampai masuk kota,” imbuh Kepala Dinas PUPR Amin Fredy saat mendampingi wali kota, siang itu.

 

Minta Ikut Jaga PJU

Di Kelurahan Sumberwetan itu pun, Habib Hadi melihat tidak ada PJU di sepanjang jalan lingkungan. Ia meminta ada prioritas di perbatasan baik itu kondisi jalan dan PJU. Habib Hadi meminta Dinas PUPR melakukan pengecekan supaya jalan di perbatasan dicek lalu diperbaiki di akhir tahun ini, setelah Perubahan APBD 2019.

Wali kota pun meminta kerjasama masyarakat punya rasa saling memiliki dan menjaga fasilitas yang diberikan pemerintah. Yaitu dengan ikut menjaga lampu PJU agar tidak dicuri oleh warga yang tidak bertanggung jawab. “Ada banyak lampu hilang, sobung sekaleh,” cetus Ketua RW 6.

“Saya mengimbau juga ke masyarakat, ke perangkat RT RW dan kelurahan ikut menjaga lampu. Jangan dicuri. Dipasang lampu tenaga surya malah aki-nya dicuri. Ini yang perlu pemahaman ke masyarakat juga yang harus ditingkat,” ujar mantan anggota DPR RI ini. (famydecta/humas)