Pemkot Bakal Bangun Sirkuit Balap Motor

image_pdfimage_print

KANIGARAN – “Bapak, kapan buat sirkuit?” Begitu tanya salah seorang pembalap kepada Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin. Pertanyaan itu diajukan sesaat sebelum seremonial pembukaan Dandim Cup FDR Geoneration Bromo Racing Open Championship 2019 Putaran Kedua, Minggu (24/3) siang.

Mendapati pertanyaan itu, Habib Hadi –sapaan akrab wali kota- langsung tersenyum.  “Sabar, nanti akhir tahun, insyaallah,” balas Wali Kota Hadi Zainal Abidin dari atas stage kepada pembalap tersebut. Sontak respons itu mendapat tepuk tangan dari para pebalap, undangan serta panitia.

Siang itu, Habib Hadi menonton langsung pembukaan Bromo Racing. Bersama Wakapolresta Kompol Imam Pauji; Kasdim 0820; Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Timur Fredy BK dan Ketua Himpunan Putra-Putri Angkatan Darat (HIPAKAD) Kota Probolinggo sekaligus Ketua Panitia, Gangsar Oetojo.

Ruas jalan depan kantor Wali Kota Probolinggo di Jalan Panglima Sudirman disulap menjadi sebuah sirkuit. Dilengkapi dengan pagar pembatas dan ban bekas untuk keamanan. Raungan suara knalpot motor balap saling bersautan. Satu per satu pembalap berkesempatan menjajal sirkuit sebelum lomba dimulai.

Ada 337 starter yang bermain di 27 kelas dalam championship ini. Di antaranya kelas Mini GP 4-9 tahun; Mini GP 9-12 tahun; Supermoto 4 Tak TU Max 180 cc; Bebek GTX Standart 2 Tak 166 cc/4 Tak 125 cc, dan RX King Komunitas Probolinggo pun ikut turun laga.

 

Menurut Gangsar Oetojo, diadakannya race ini membuat anak-anak muda tidak balapan liar. Namun, diarahkan ke balapan yang bisa berbuah prestasi. “Itulah motivasi kami. Anak-anak muda kami kumpulkan untuk ikut road race,” katanya.

Sebenarnya race ini sudah menjadi agenda rutin digelar setiap tahun. Yang berbeda di tahun ada banyak kelas pembibitan.  Mulai kelas Mini GP 6-9 tahun dan Mini GP 9-12 tahun. Dari race ini, Gangsar menyatakan akan kembali mengadakan series lain agar talenta anak muda bisa lebih terorganisir.

Gangsar pun mengakui antusiasme peserta begitu luar biasa. Oleh karenanya, menurut pegawai PDAM Kota Probolinggo ini, sudah saatnya Kota Probolinggo punya sirkuit sendiri.

“Anak-anak muda ini berharap kepada Bapak wali kota yang baru dibuatkan race khusus, biar tidak di jalanan dan latihan bisa lebih intensif,” harapnya.

Wali Kota Habib Hadi pun mendukung kegiatan positif yang bisa meningkatkan kedisplinan dalam berkendara. “Kalau tidak di tempatnya (sirkuit) memang merugikan yang lain. Ke depan, akan ada sirkuit latihan yang kami siapkan menjadi wadah anak-anak muda mencurahkan hobi berlatih untuk lebih baik lagi,” katanya. (famydecta/humas)