DKUPP Fasilitasi Pendaftaran Merk Produk IKM 

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Masih banyaknya Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Probolinggo yang belum punya legalitas produk membuat Dinas Koperasi Usaha Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) bikin gebrakan. Yakni memfasilitasi puluhan IKM untuk fasilitasi pendaftaran merk produk dan kekayaan intelektual.

Dengan menggandeng UPT Pengembangan Mutu Produk Industri dan Teknologi Kreatif Surabaya, kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman tengah Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (25/3). Sebanyak 50 IKM ikut fasilitasi pendaftaran produk, 29 IKM mendapat fasilitasi kekayaan intelektual.

“Melalui kegiatan ini kami ingin IKM di Kota Probolinggo meningkatkan kualitas produknya. Menjadi lebih berkembang, kreatif, mandiri, terampil dan percaya diri,” ujar Kepala DKUPP Gatot Wahyudi.

Wali Kota Probolingo Hadi Zainal Abidin memantau antrean puluhan IKM di mobil keliling UPT milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur. Ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan agar produk IKM-nya dapat berkembang dan punya legalitas.

“Didaftarkan produknya lalu mengurus sertifikat halal juga. Semoga bisa terbantu dan memudahkan dengan adanya program dari DKUPP ini,” ujar Habib Hadi kepada pelaku IKM.

Keberadaan fasilitas ini pun disambut positif pelaku IKM di Kota Probolinggo. Salah satunya seperti disampaikan Khusnul, UKM Alfina Jaya yang memproduksi abon ikan dan krupuk ikan sejak tahun 2015.

“Seneng banget karena ini kan mobil keliling langsung dari provinsi. Jadi lebih cepat, mempermudah IKM mengurus perizinan seperti merk dan halal, juga dibantu desain grafis kemasan,” ujar IKM yang beralamat di Jalan Priksaan Gang Kelinci ini.

Syarat mengajukan izin tersebut pun sangat mudah, kata Khusnul. Cukup dengan KTP, NPWP, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). “Pokoknya mobil layanan ini sangat membantu dan mempermudah kami. Untuk Pemerintah Kota Probolinggo terima kasih sudah difasilitasi, sudah sering dilibatkan dan dibantu saat ada acara,” imbuhnya.

Kegiatan ini bersamaan dengan bimtek pelaporan data informasi industri yang diikuti 75 pelaku industri dan bimtek peran Teknologi Tepat Guna (TTG) pada peningkatan kapasitas produk IKM se-Kota Probolinggo sebanyak 50 orang yang digelar di Puri Manggala Bakti.

Hindari Persaingan Bisnis, Segera Daftarkan Merk

Sementara itu, menurut Staf UPT Pengembangan Mutu Produk Industri dan Teknologi Kreatif Surabaya, Hera Kartika, prosedur pendaftaran merk produk bisa melalui fasilitasi UPT (dengan sistem antrean berdasarkan kuota) atau mengurus secara pribadi di Kemenkum HAM.

Tahapannya, IKM mengajukan permohonan ke provinsi melalui kabupaten/kota, kemudian akan dicek, merk yang diajukan sudah masuk di aplikasi resmi WIPO (World Intellectual Property Organization) atau tidak. “Kalau nama sudah ada kami sarankan untuk mengganti nama merk. Kalau tidak ada kami lanjut masuk antrean ke provinsi,” terang Hera.

Soal waktu, Hera tidak bisa membatasi kapan bisa terselesaikan. Namun biasanya seluruh proses bisa selesai kurang lebih dalam waktu enam bulan. Jika tidak ingin lama bisa mengurus secara mandiri dan berbayar yang punya akses lebih cepat ke Jakarta.

“Data yang masuk akan kami verifikasi, jika sudah lengkap akan kami kirim ke Jakarta. Dari Jakarta keluar surat bukti pendaftaran merk. Sambil menunggu bisa kok IKM tetap berjualan produknya. Dari bukti pendaftaran bisa dicek prosesnya sudah selesai apa belum, baru kemudian cetak sertifikat,” beber perempuan berkacamata itu.

Produk IKM yang beredar dan mencantumkan P-IRT belum tentu merk produknya terverifikasi. Karena dalam pengurusan P-IRT tidak melihat apakah merk sudah terdaftar atau tidak. Pelayanan UPT ini hanya melayani non jasa atau produk seperti makanan, minuman, tas, baju, batik dan lainnya.

Sebenarnya banyak manfaat jika IKM mau mendaftarkan merknya, IKM bisa merasa nyaman menjalankan usahanya karena sekali pendaftaran merk untuk 10 tahun. Kasubag TU UPT Pengembangan Mutu Produk Industri dan Teknologi Kreatif Surabaya, Nurwahyulia, pendaftaran merk produk sangat urgent dan harus dilaksanakan segera oleh IKM.

“Karena ada kasus, produk sudah lama dan sukses tetapi belum punya sertifikat merk. Tiba-tiba di daerah lain ada usaha baru yang sama dan mendaftarkan merk dengan nama yang sama dengan usaha lama tersebut. Akhirnya usaha yang sudah lama ini tidak bisa mempertahankan merknya. Inilah yang bisa dihindari jika menyertifikatkan merk produknya,” imbuh Nurwahyulia. (famydecta/humas)