Peringati Isro’ Mi’roj, Gelar Pengajian dan Khitanan Massal 

image_pdfimage_print

MAYANGAN –  Isro’ Mi’roj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW mendapat perintah dari Allah SWT untuk menjalankan sholat lima waktu sehari semalam. Peristiwa ini kemudian diperingati seluruh ummat Islam di dunia dengan berbagai kegiatan.

Tahun ini, Ranting NU (Nahdatul Ulama) Kelurahan Mayangan kembali menggelar pengajian umum dalam rangka memperingati Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW, Harlah NU ke-96 Dan Khitanan Massal ke-49, di Jalan Ikan Blanak Kelurahan Mayangan, Minggu (24/3). Ranting NU menghadirkan Habib Najib Bin Hasan dari Surabaya sebagai penceramah. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin.

Rois Surya NU Ranting Kelurahan Mayangan, Abdulloh Darmo mengatakan kegitan ini dilakukan setiap tahun sekali, tahun ini sudah yang ke – 49 dilakukan khitanan massal, untuk 50 anak. “Semoga anak – anak ini menjadi anak yang sholeh yang berbakti kepada kedua orang tua, nusa dan bangsa,” harapnya.

Disamping itu, Abdulloh juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta menyukseskan kegiatan ini. “Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan semoga kebaikan kita semua dibalas oleh Allah SWT,” sambungnya.

Dalam ceramahnya, Habib Najib mengatakan Isra’ Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke masjidil aqso di Yerussalem (Isra’), kemudian dilanjutkan menuju langit ke Sidrotul Muntaha (Mi’roj) dengan tujuan menerima wahyu dari Allah SWT. Peristiwa Isro’ Mi’roj terjadi pada 621 M, tiga tahun setelah wafatnya sang istri Siti Khadijah dan paman Rasulullah, Abu Tholib.

Isro’ Mi’roj ini merupakan undangan secara langsung dari Allah SWT untuk menghibur kesedihan Nabi Muhammad SAW karena ditinggal oleh 2 orang yang sangat dicintai secara bersamaan.

Kegiatan malam itu tampak khusuk, lantunan sholawat dan lantunan ayat suci al qur’an menggema serta membius warga yang hadir dalam pengajian tersebut.  (mita/humas)

Isro’ Mi’roj is a journey of Prophet Muhammad SAW. in getting an order of five times prayer (Shlat Lima waktu)  a day, directly from Allah SWT. It is commemorated all moslem around the world by holding many activities.

This time, Nahdatul Ulama branch of Mayangan village held public prayer (pengajian) in commemorating Isro’Mi’roj Prophet Muhammad SAW, 96th anniversary of NU, and 49th mass circumcision, at Jalan Ikan Belanak Mayangan village, on Sunday (24/3). The speaker of this prayer is Habib Najib Bin Hasan from Surabaya. It is laso attended by Probolinggo mayor Hadi Zainal Abidin

The head of NU branch of Mayangan village, Abdulloh Darmo said it is annual event, and it is 49th year mass circumcision is held followed by 50 children. “Hope they become good boy and obey to their parent, and being useful for their country,” he hoped.

Besides, Abdullah also thank to all parties who help this event. “Alhamdulillah, it runs smoothly, and may our kindness will be received and be paid by Allah SWT,” he said.

In his preach, Habib Najib said Isra’ Mi’raj is a journey of Prophet Muhammad SAW from Masjidil Haram at Mecca to Masjidil Aqso at Yerussalem (Isra’), and then continued to Sidratul Muntaha (Mi’roj) aiming to receive a message from Allah SWT. It happened on 621 Century, three years after his wife Siti Khadijah and his uncle Abu thalib, were dead.

Isro’ Mi’roj is an invitation directly from Allah SWT to entertain Prophet Muhammad SAW for the death of his beloved.

That night was very religious, sholawat (prayer for Prophet) and reciting Al-qur’an can be heard and giving pleasure feeling for the people who attended that place.