Bagikan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Kurang Beruntung

image_pdfimage_print

PROBOLINGGO –Keberadaan warga yang alami keterbatasan juga jadi perhatian Pemkot Probolinggo. Selasa (26/3) siang, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin berkeliling ke tiga kelurahan menyalurkan bantuan kursi roda untuk warganya. Bantuan ini diharapkan bisa memfasilitasi warga yang mempunyai keterbatasan untuk bisa beraktifitas sehari-hari.

Kunjungan pertama, di rumah Silatul Khoiriyah, 10 tahun. Rumahnya ada di Jalan Argopuro 75, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan. Silatul atau biasa disapa Sisil bernasib kurang beruntung. Anak pasangan Budiono dan Sukasih ini mengalami tuna daksa yang mulai terlihat sejak usia setahun.

Sukasih sang ibu bercerita, Sisil sebenarnya punya kembaran. Namun, meninggal di dalam kandungan di usia empat bulan. Karena takut dokter, Sukasih tidak mau melahirkan anak kembarnya tersebut. Akhirnya, di usia tujuh bulan dua minggu ia melahirkan dua janinnya. Satu Sisil dan satu kembarannya, Nur Azizah.

“Sekitar usia mau setahun itu, sudah mulai kelihatan ada yang berbeda. Kalau kata dokternya, ini kena virus saudaranya yang meninggal di dalam kandungan. Sudah saya bawa ke dokter, ke alternatif sampai dukun. Sampai akhirnya, kami sudah pasrah,” tutur perempuan berusia 38 tahun itu.

Sehari-harinya Sisil hanya bisa berbaring dan duduk, tetapi dipangku. Sisil sudah tidak bisa mendengar, tidak bisa melihat dan merespons apapun. Anak pertama karyawan pabrik tekstil ini selalu membelalakkan mata melihat ke segala arah. Tulang kaki tangan dan tubuhnya sudah kaku.

Sisil pun tidak bisa mengekspresikan apa yang ia inginkan. “Semua apa kata saya. Mau minum, atau makan. Anaknya ini suka makan pisang. Bisanya cuma nangis,” kata Sukasih sambil meneteskan air mata.

“Sekarang saya sudah pasrah. Saya akan menjaga anak saya ini. Sama Allah saya disuruh menjaga Sisil,” imbuh ibu tiga anak ini seraya menangis sesegukan lalu menghapus air mata menggunakan jilbabnya.

Melalui Dinas Sosial (Dinsos), pihak keluarga meminta bantuan kursi roda yang bisa dipakai tidur dan duduk. Sukasih pun bersyukur, tahun ini Sisil sudah punya kursi roda bantuan dari Pemkot Probolinggo.

Kursi roda three in one ini diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Habib Hadi didampingi Kepala Dinsos Zainullah. “Kursi roda ini bisa untuk tidur, duduk dan buang air,” kata Zainullah.

Habib Hadi pun meminta Dinsos memberikan bantuan nutrisi secara rutin kepada Sisil. “Ditanya ke orangtuanya apa kebutuhan nutrisinya, jangan sama seperti yang biasa diberikan ke warga. Karena kebutuhan anak ini kan berbeda, biar bermanfaat dan ada nutrisi untuk kesehatannya,” jelas wali kota Hadi Zainal Abidin.

Bantuan kursi roda juga diberikan kepada Mochammad Ramadani Septri Permana, siswa kelas 2 SDN Curahgrinting 1, yang tinggal di Jalan Kyai Hasin Mas, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran. Ramadani selalu tersenyum saat duduk di kursi roda dan bertemu dengan wali kota.

Ramadani mengalami cacat lahir di kakinya, hingga membuat ia tidak bisa berjalan dengan normal. Berangkat sekolah saban hari, ia harus dibonceng naik motor. Lalu, digendong untuk bisa masuk ke kelas. “Alhamdulillah, terima kasih Pak Wali,” kata Ramadani, yang siang itu masih mengenakan seragam sekolah.

Tina, orangtua Ramadani mengatakan anaknya membutuhkan bantuan juga berupa sepatu khusus agar bisa berjalan. Satu siswa di SD Curahgrinting 1 pun juga ada yang mengalami tuna daksa dan butuh bantuan yang sama. “Segera didata Dinsos untuk diberi bantuan. Ke depan saya tidak mau yang seperti ini ada lagi,” tegas Habib Hadi –sapaan akrab wali kota-.

Kunjungan terakhir di rumah Bu Asri, 50 tahun, warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Mayangan. Lansia penderita eks penyakit kronis stroke itu juga mendapat bantuan kursi roda. Di tempat itu, Habib Hadi sempat bersenda gurau menghibur janda tua itu.

Bu Asri pendengarannya agak terganggu. Sehingga, harus bersuara keras supaya ia paham apa yang disampaikan. Awalnya ia tidak tahu yang datang adalah wali kota, padahal Ia sudah berbincang dan selalu menangis. Setelah tahu kalau wali kota, Bu Asri spontan memegang lengan Habib Hadi.

“Mander benya’ a rejekena. Mander lanjengah omor. Mander selametah dunyah akherat. (Semoga banyak rejekinya. Semoga panjang umur. Semoga selamat dunia akhirat),” tutur Bu Asri diamini Habib Hadi.

Kepada Bu Asri, Habib Hadi pun meminta ia tidak selalu bersedih dan menangis. “Jek benyak pekeran, buwang pekeran se macem-macem. Sing penting empian sehat gik e berik omor lanjeng. Tak usah benyak pekeran, penyakit apa ca’en Pengeran. (Jangan banyak pikiran, buang pikiran yang macem-macem. Yang penting sampean sehat dan diberi umur panjang. Tidak usah banyak pikiran, penyakit itu Allah yang memberi kesembuhan),” ujar Habib Hadi.

Pada setiap kesempatan itu, Habib Hadi menegaskan ke RT, RW dan kelurahan, agar bisa memberikan perhatian dan menginformasikan kepada dirinya tentang keberadaan warga yang membutuhkan bantuan serta sentuhan Pemerintah Kota Probolinggo. (famydecta/humas)