image_pdfimage_print

KADEMANGAN–Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin ingin gerak cepat mengatasi permasalahan di wilayahnya. Seperti Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), warga kurang mampu dan warga berkebutuhan khusus yang membutuhkan perhatian dari Pemerintah Kota.

Habib Hadi –sapaan akrab wali kota- men-deadline lurah dan camat menyerahkan data permasalahan tersebut pada Jumat (29/3). Wali kota yang punya gaya komunikasi terbuka pada semua orang ini, mendapat banyak informasi baik dari media sosial (medsos) atau laporan secara langsung, soal RTLH yang terus bermunculan di Kota Probolinggo.

“Karena memang itu (bantuan RTLH) menjadi harapan. Penangananya (RTLH) banyak jadi kebutuhan. Keluhan masyarakat di medsos dan lainnya (laporan) soal itu. Saya instrusikan camat, lurah, RW dan RT untuk berikan data RTLH, yang mempunyai kebutuhan khusus supaya diprioritaskan apa yang jadi kebutuhan,” tegas Habib Hadi, saat mengunjungi warga di Kecamatan Kademangan, Selasa (26/3).

Pasalnya, ia akan menyingkronkan laporan dari masyarakat dan data yang disampaikan oleh kelurahan. “Karena saya harus kerja cepat, gerak cepat. KUA PPAS (kebijakan umum anggaran- prioritas plafon anggaran sementara) Perubahan APBD 2019 program RTLH dan bantuan itu harus masuk. RTLH harus selesai tahun ini, jangan lama-lama. Tahun 2020 sudah tidak ada lagi masalah RTLH,” imbuh mantan anggota DPR RI dari PKB ini.

“Kalau sampai masih ada (RTLH), sampean semua tidak jalan,” terang Habib Hadi kepada RW dan Lurah serta Seklur yang mendampinginya menyalurkan bantuan kursi roda, di tiga kelurahan, Selasa (26/3).

Problem di Lapangan

Menurut salah satu RT di Kelurahan Curahgrinting, kendala yang kerap dihadapi dalam pemberian bantuan RTLH adalah status kepemilkan tanah. Karena yang bisa mendapat bantuan RTLH adalah tanah milik pribadi bukan milik orang lain serta bersertifikat.

“Kendala tanah? Diinventaris semua. Kalau semisal pemilik tanah ikhlas (meski hanya cukup untuk satu rumah sangat sederhana) menyerahkan langsung dibuatkan perjanjian saja,” tutur Habib Hadi –sapaan akrab wali kota-.

Wali kota pun siap menambah anggaran untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani terkait problem di masyarakat tersebut. “Jangan tunggu kabar saja, tetapi cek dan turun ke lapangan. Data yang diserahkan ke saya harus lengkap,” katanya.

Terkait banyaknya lansia (lanjut usia) yang sebatang kara, Habib Hadi mengharapkan Dinas Sosial bisa bekerjasama dengan panti asuhan yang bersedia kerjasama dengan Pemkot. Untuk bantuan bagi warga berkebutuhan khusus, bantuan yang diberikan harus dalam bentuk barang agar warga lebih berdaya untuk menghasilkan kreatifitas.

“Buat MoU (memorandum of understanding), per satu orang itu hitungannya ketemu berapa? Kita (pemkot) siapkan dananya. Jadi, warga kita ini tidak terbengkalai dan selalu mengharapkan belas kasihan orang lain,” ujar Habib Hadi kepada Kepala Dinas Sosial Zainullah yang menyatakan siap menjalankan instruksi tersebut. (famydecta/humas)

Probolinggo mayor Hadi Zainal Abidin moved fast in handling some problem in his territory. Such as uninhabitable house (Rumah Tidak Layak Huni/RTLH) of poor and people with special need is really need attention of Probolinggo city government.

Habib Hadi-what he called-gives a deadline for the head of village and sub-dsitrict to give the data related to its problems on Friday (29/3). Mayor who has good communication for all people, will get many information trough social media or directly report about RTLH of Probolinggo city.

 “Since it is their hope and their need. Many complaints of it are in social media. So I instruct to all head of sub-dstricts, villages, RW and RT to give me RTLH data, prioritized what they need for the people who has special need,” sadi Habib Hadi when visiting community of Kademangan sub-district on Tuesday, (26/3).

Actually, he will synchronize the people’s report of and the data given by village government. “I have to move fast, it have to include in budget priorities (KUA-PPAS) and revised budget 2019 (P-APBD). We have to finish this problem this year, do not take too long, and on 2020 there are no longer RTLH problems,” said this former of national congressman from PKB

“If there is still RTLH problems, so it proves that you do not work well,” said Habib Hadi to all RW (community unit head), Lurah (village head), and Seklur (Seceratry of Lurah) who accompanied him in giving wheelchair in three villages, on Tuesday (26/3).

Problems on Site

According to one of RT (neighbourhood unit) at Curah Grinting village, one of obstacles in giving RTLH help is the status of the land ownership. Since RTLH beneficiary should prove that the land belong to them and certified.

“Land problem? Just report it. if the owner has sincerity to give small land (for simple house), just make an agreement,” said Habib Hadi-what he called.

Mayor is ready to give budget on OPDs (working unit) to handle this problem. “Don’t just take the news, but make a movement. Give me a detailed information,” he said.

Related to the eldest who lives alone, Habib Hadi hoped Social Agency will collaborated with nursing home to help them. Donation also will be given for people with special need to empower themselves and to be creative.

“Make an MoU, and arrange how much money for the each person, so we prepare the budget. So there are no abandoned people and they are not just wait other’s sympathy,” sadi Habib Hadi to the head of social agency Zainullah who said ready to do this instruction.