Menteri Yasonna Dukung Layanan Imigrasi di Mall Pelayanan Publik

image_pdfimage_print

TONGAS – Rencana pendirian Mall Pelayanan Publik dalam 99 hari kerja Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Muhammad Soufis Subri mendapat dukungan penuh dari Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Hamonangan Laoly. Kantor Imigrasi siap bergabung dalam layanan di mall milik Pemerintah Kota Probolinggo tersebut.

“Kami sangat mendukung apa yang menjadi keinginan Pak Wali, yang tentunya berdasarkan atas kebutuhan masyarakat. Administrasi akan kami siapkan segera, karena seperti di Jakarta, di Sulawesi Utara, (imigrasi) selalu ikut serta dalam mall pelayanan publik,” jelas Yasonna, ditemui usai bersantap malam di Rawon Nguling, Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Menurut Yasonna, ia akan mendorong Kota Probolinggo dalam merealisasikan mall pelayanan publik itu. Sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo pemerintah harus mendekatkan pelayanan ke masyarakat. Letak Kota Probolinggo yang jauh dari Malang, jelas memungkinkan ada pelayanan Imigrasi disini.

“Dengan adanya mall pelayanan publik dan kantor administrasi Imigrasi ada di dalamnya, bisa melayani daerah yang ada disini sehingga memudahkan masyarakat,” ujar menteri asal Tapanuli Tengah itu.

Yasonna menegaskan Kota Probolinggo berpotensi sebagai daerah yang terdapat pelayanan Imigrasi. “Kalau boleh secepatnya, kan sebentar lagi, beberapa bulan lagi ada haji, jadi bisa mempercepat pelayanan paspor dan lain-lain. Apalagi Kota Probolinggo juga sangat dekat dengan tempat wisata,” imbuhnya.

Ya, Selasa (26/3), sekira pukul 20.00, Menteri Yasonna bersama rombongan Kementerian Hukum dan HAM bertandang ke Probolinggo. Meski tujuannya bukan ke Kota Probolinggo, Wali Kota Hadi pun menyambut kedatangan Menteri Yasonna sembari bersantap malam sekaligus beramah tamah.

Pertemuan yang singkat itu juga diikuti Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo dan Kapolres Probolinggo Kota Alfian Nurrizal. Sejumlah pejabat pun ikut hadir seperti Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ahmad Sudiyanto, Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo, Kepala BPPKAD Imanto, Kabag Humas dan Protokol Mardi Prihatini, Kabag Umum Sugito Prasetyo dan Kabag Hukum Titik Widayawati.

Setelah makan malam, Menteri Yasonna pun berpamitan untuk beristirahat di salah satu hotel berbintang di Kota Probolinggo. Rabu (27/3), Yasonna dijadwalkan mengisi kuliah di Universitas Nurul Jadid, Paiton. Ia memenuhi undangan kiai disana yang merupakan kawan akrabnya.

Sementara itu, usai acara, Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo membenarkan jika pelayanan Imigrasi akan ada dalam mall pelayanan publik di Kota Probolinggo. Untuk kantor sudah siap, yakni di Gedung Hayam Wuruk di Jalan Basuki Rahmat. Diperkuat dengan Rabu (27/3) Wali Kota Habib Hadi bertandang ke Jakarta untuk memenuhi undangan Menpan RB terkait penandatanganan komitmen mall pelayanan publik.

“Secara SDM nanti Kementerian Hukum dan HAM yang akan menyiapkan. Kota Probolinggo menyiapkan semua akses yang dibutuhkan (Imigrasi). Nanti dalam program kerja 99 hari akan di-launching,” tutur mantan Kabag Humas dan Protokol ini.

“Tentunya ini sesuai dengan visi misi kami, salah satu penjabaran visi ada bidang iklim dan investasi, arah kebijakannya dengan mendirikan mall pelayanan publik. Selain dapat meningkatkan investasi, adanya mall pelayanan publik bisa memberikan akses mudah ke masyarakat saat mengurus perizinan atau administrasi yang dibutuhkan,” tegas Wali Kota Habib Hadi.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Habib Hadi juga memberikan cinderamata berupa miniatur Jaran Bodhag, salah satu kesenian khas Kota Probolinggo. Dalam kepemimpinannya yang masih dalam hitungan bulan, wali kota telah berkoordinasi dengan dua menteri terkait pembangunan daerahnya. (famydecta/humas)