Yasonna Terkesan Gereja Merah

image_pdfimage_print

MAYANGAN. Rabu (27/3) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Yasonna Hamonangan Laoly mengunjungi salah satu ikon Kota Probolinggo, Gereja Merah. Gereja yang berdiri sejak 1863 silam itu, merupakan satu-satunya gereja berwarna merah di Indonesia, dan satu dari dua gereja serupa yang ada di dunia. Di mana satu gereja lainnya (kembarannya) berada di negeri Belanda.

Dalam kesempatan itu, Menteri yang akrab dipanggil Yasonna ini mengaku sangat terkesan dengan keberadaan Gereja Merah ini. “Saya rekomendasi Pak Wali (Wali Kota) ini sama Pak Kapolres (Kapolresta) untuk singgah di Gereja Merah. Gereja ini sangat unik, menjadi satu kebanggan buat saya bisa datang di sini karena dibangun 20 Juli 1863,” ungkap Yasonna.

Setelah berkeliling, Yasonna ditunjukkan sebuah Al Kitab asli yang dibawa oleh Belanda pada waktu itu. Melihat kitab suci umat Kristiani itu, Yasonna berkeinginan untuk menyimpannya di Arsip Nasional RI. “ Ini ada Al Kitab yang dibuat tahun 1600. Saya minta ke Ibu Pendeta kalau Al Kitabnya bisa disumbangkan ke Arsip Nasional. Nanti copy-nya saja yang disimpan di sini untuk kita rawat,” harap Yasonna.

Terpisah, ditemui di rumah dinasnya Pendeta Ribca Atalaka menyikapi permintaan Menteri Yasonna. “Untuk saya sih harus sepakat dulu dengan jemaat. Saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Untuk beliau kami oke saja. Kami mitra pemerintah toh. Tapi kalau kita harus mengikuti prosedur, itu (Al Kitab) harus dibawa dulu ke Belanda. Dibikin replikanya, baru yang asli di sini, replikanya di Belanda atau di luar. Yang asli itu tetap di sini,” tegas perempuan kelahiran Banjarbaru itu.

Meski demikian, Ribca sangat mengapresiasi kedatangan Menteri berdarah Nias tersebut. “Ya bangga, ya haru. Bangganya karena kita itu dianggap kecil, tapi beliau mau datang. Masuk ke gereja, ya mungkin karena seiman, dukungan do’a juga diharapkan. Itu senang bisa berbagi secara iman. Tapi yang indah, beliau mengagumi juga ini gereja. Katanya “bagus ya” dan beliau berpesan tetap dipelihara,” ungkap perempuan kelahiran 1960 itu. (Abdurhamzah/humas)