Wali Kota Serahkan Bantuan CSR Berupa Ikan Segar

Selasa (14/2), Wali Kota Probolinggo Rukmini menyerahkan bantuan 100 kg ikan bawal jenggot kuning segar kepada 78 anak-anak penghuni Panti Asuhan Nahdlatul Ulama Kota Probolinggo. Bantuan tersebut merupakan kegiatan CSR (coorporate social responsibility) dari Himpunan Nelayan dan Pengusaha Perikanan (HNPP) Samudera Bestari Kota Probolinggo.

     Remon, Sekretaris HNPP mengakui kegiatan seperti ini baru pertama mereka lakukan. “Ini yang pertama dan bukan yang terakhir. Kami pastikan HNPP akan terus memberikan bantuan sebagai bentuk kontribusi kami kepada masyarakat Kota Probolinggo. Karena yang kami produksi ikan, ya kami akan memberikan bantuan berupa ikan,” terangnya. 

     Wali kota mengapresiasi kegiatan HNPP tersebut. “Terima kasih banyak HNPP sudah menyisihkan keuntungannya untuk masyarakat. Terkait dengan konsumsi ikan, masyarakat Kota Probolinggo tergolong rendah. Masyarakat kita baru 27 persen yang mengkonsumsi ikan. Idealnya harus 35 persen. Kita akan bekerja keras untuk mencapai itu,” terang Rukmini.

      Kegiatan-kegiatan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi ikan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo. Seperti telah dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (saat ini menjadi Dinas Perikanan) pada tahun 2016, telah membagikan 1.000 paket makanan olahan ikan kepada anak-anak PAUD, TK, dan SD. Upaya ini untuk mengejar tingkat konsumsi ikan masyarakat Kota Probolinggo yang masih berada di angka 33 kilogram per kapita per tahun, jauh berada dibawah angka konsumsi ikan nasional yang mencapai 44 kilogram per kapita per tahun.

      Terkait dengan program CSR di Kota Probolinggo, Wali Kota Rukmini menginformasikan selama tahun 2016 Forum CSR Kota Probolinggo telah mengadakan berbagai kegiatan. Di antaranya, penanaman 1.000 bibit jeruk purut di Kelurahan Sumber Wetan. Penananam ini diharapkan masyarakat sekitar bisa menambah penghasilan dari berjualan daun dan buah jeruk purut. Ada juga program perbaikan halte-halte yang mulai rusak. Beberapa perusahaan juga menyumbang bahan bangunan untuk rumah yang roboh.

      Tahun ini, wali kota menginginkan gerakan menanam cabai di semua rumah warga. “Saya inginkan program CSR tahun ini bisa menggerakkan penanaman bibit cabai di seluruh rumah warga di Kota Probolinggo. Cabai kan mahal per kilo nya bisa seratus ribu. Kalau tanam sendiri setidaknya kita masih bisa membuat sambal tiap hari,” harap Rukmini. ∎abdurhamzah/humas

 

On Tuesday (14/2), Probolinggo Mayor Rukmini handed over 100 kg of fresh fish to 78 children of Nahdlatul Ulama Orphanage in Probolinggo. This aid is a CSR (Coorporate Social Responsibility) activity from Fishermen Association (HNPP) Samudera Bestari Kota Probolinggo.

     Remon, the HNPP Secretary, acknowledged that this is their first activity. “This is the first and not the last. We ensure that HNPP will continue to provide aid as a form of our contribution to the Probolinggo citizens. Because we are producing fish, yes we will provide aid in the form of fish, “he explained.

     The mayor appreciated the activities of HNPP. “Thank you very much HNPP has given its benefits to the community in the form of CSR. Related to fish consumption, the percentage of this city is still low. The data tells that only 27 percent of the citizens who consume fish. Ideally, it should be 35 percent. We will work hard to achieve that, “explained Rukmini.

      Activities to awaken the community about the importance of consuming fish continue to be implemented by the municipality. As has been done by the Agency of Fisheries in 2016, the agency had distributed 1,000 packages of processed fish-food to children of early childhood, kindergarten, and elementary school. This effort was made to achieve the level of fish consumption of Probolinggo citizens which is still at 33 kilograms per capita per year, and it’s still below the national fish consumption, 44 kilograms per capita per year.

      Related to CSR program in Probolinggo City, Mayor Rukmini informed that during 2016 Probolinggo City CSR Forum has held various activities. The activities included planting 1,000 citrus seedlings in Sumber Wetan sub-district. By having the plantation activities, the citizens hope that they can increase the income from selling leaves and citrus fruit kaffir. There are also rennovation programs of damaged bus-stop. Several companies also donate their income to buy building materials for houses starting to collapse.

      This year, the mayor wants to realize chili-planting movement in all of the citizens’ homes. “I want this year’s CSR program to drive the planting of chili seedlings in all citizens’ houses in Probolinggo City. Chili is expensive per kilo, and it reaches IDR 100.000 per kilo. If you plant by yourselves, at least we can still make chili suace every day, “said Rukmini.(translator:alfienhandiansyah)