Wali Kota Rukmini Silaturahmi Bareng Jurnalis

image_pdfimage_print

Demi menjalin komunikasi yang baik dengan kalangan jurnalis Kota Probolinggo, Wali Kota Rukmini menggelar silaturahmi, Jumat (17/2) di Sabha Bina Praja. Pada kesempatan itu wali kota mencoba mencari formulasi yang tepat dalam memberikan informasi ke masyarakat.

                “Alhamdulillah bisa berkumpul dengan jurnalis baik media cetak dan media elektronik di Kota Probolinggo yang dikemas dalam bentuk silaturahmi. Saya berharap bagaimana bisa ada kerjasama dan silaturahmi serta timbal balik antara pemkot dan media,” ujar Rukmini, siang itu yang didampingi Sekda Johny Haryanto, Kepala Diskominfo Zainullah dan Kabag Humas dan Protokol Prijo Djatmiko.

                Pada kesempatan itu, wali kota menyampaikan tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkot Probolinggo yang baru terkait tupoksi terkait kerjasama dengan pers yang sebelumnya berada di Bagian Humas dan Protokol kini beralih ke Dinas Kominfo.

                Isu nasional yang sempat beredar luas tentang anthrax juga menjadi pembahasan wali kota. Mewaspadai penyakit tersebut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah melakukan langkah pencegahan antara lain sosialisasi kepada peternak, pemotong sapi (jagal) dan pedagang ternak ; meningkatkan status kesehatan ternak dengan pelayanan kesehatan melalui posyandu ternak ; membuat SE wali kota tentang kewaspadaan terhadap penyakit anthrax.

                Selain antrhax, Rukmini juga membahas gizi buruk yang ada di Kota Probolinggo. pasalnya, sepanjang 2016 ditemukan 36 balita gizi buruk yang telah tertangani. Penanganan yang dimaksud dengan pemberian makanan tambahan pemulihan gizi berupa pemberian susu selama tiga bulan baik dari dana APBD dan CSR.

                Akhir-akhir ini peredaran informasi yang tidak sesuai dengan fakta atau hoax. Ia mengimbau kepada rekan wartawan untuk menjadi tameng terdepan dalam penyebaran informasi yang bersifat hoax. “Jangan menyebarkan berita yang menyesatkan, berita yang menguntung sejumlah oknum. Berita yang dibuat harus bisa memberikan edukasi pada masyarakat,” terang Rukmini.

                Pada sesi dialog, Muhammad Nurwahyudi dari Memorandum menyatakan uneg-unegnya, bahwa acara semacam ini dapat dilaksanakan secara rutin dengan menambah durasi waktu. “Agar informasi yang disampaikan bisa lebih mendalam. Dan, jika ada informasi yang membutuhkan konfirmasi dapat langsung terjawab,” tuturnya.

                Wali kota juga mengingatkan wartawan agar selalu mengkonfirmasi narasumber saat menulis berita. Menanggapi hal tersebut, sejumlah wartawan pun mengeluhkan beberapa nama kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang susah untuk dihubungi oleh wartawan untuk mendapat konfirmasi. Rukmini bersama sekda pun menjanjikan bakal berkoordinasi dengan SKPD supaya lebih welcome dengan wartawan. ?famydecta/humas

Leave a Reply

Your email address will not be published.