Wali Kota Ingatkan Warganya tak Terprovokasi

image_pdfimage_print

Wali Kota Probolinggo Rukmini kembali mengingatkan warga Kota Probolinggo untuk tidak terprovokasi dengan kasus penistaan agama yang terjadi belakang ini. Menurutnya, kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak yang berwenang. “Kita kawal saja penyelesaian kasusnya. Tentu aparat hukum lebih memahami apa yang terjadi. Jika masyarakat tidak puas, bisa disampaikan ke jalur-jalur hukum yang ada,” harap Rukmini.

Pernyataan tersebut disampaikan wali kota saat membuka acara fasilitasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, (20/2) di Puri Manggala Bhakti. Acara tersebut dihadiri oleh 230 tokoh agama dan tokoh masyarakat se Kota Probolinggo. FKPD yang hadir di antaranya DPRD Kota Probolinggo di wakili oleh Yusuf Susanto, Kapolres Probolinggo Kota, Ketua Pengadilan Negeri Probolinggo, Kepala Staf Kodim 0820 Probolinggo, serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri Probolinggo.

Beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat juga menyampaikan pertanyaan dan keluhannya. Diantaranya, banyaknya pedagang buah yang menggunakan pick up di jalan raya. “itu merugikan penjual buah di pasar buah gotong royong, kami di sana membayar retribusi,” keluhnya.

Selain itu, salah satu tokoh agama juga mengingatkan kepada FKPD untuk tidak hanya mengawasi kemungkinan munculnya PKI. “Segala yang mengancam Pancasila harus diperhatikan. Jangan hanya PKI, tapi DITII dulu juga memberontak. Mungkin juga mereka akan bangkit,” katanya mengingatkan.

Ada juga tokoh masyarakat yang mengingatkan bangkitnya komunis dengan kemunculan lagu-lagu perjuangan mereka seperti jer-genjer yang mungkin saja mulai dinyanyikan oleh orang-orang yang ingin membangkitkan komunisme. ∎abdurhamzah/humas

 

 

Probolinggo Mayor Rukmini recalls the citizens to not to be provoked by the blasphemy case arising lately. To her, the case has been handled by the authorities. “Let’s see how it goes. I’m sure that the authorities have understood the condition. If the people are not satisfied, they can go through the law system,” Rukmini said.

The statement was made when the mayor was officially opening a meeting between Coordination Forum of Regional Leaders (FKPD) and Religious Figures in Puri Manggala Bhakti. it was attended by 230 religious figures in the city. Attended the event representing FKPD were Yusuf Susanto from City Council, Chief Plice, and representative from State Prosecutor of the city.

Numerous religious figures have also stated their questions and complaints. Among them was that many illegal street vendors selling fruits using a pickup truck. “This condition has financially injured the sellers in the market,” he said.

Another one was recalling the FKPD to not only supervising the possibilities of communist party, PKI rising. “Everything that could threaten Pancasila must get a serious attention. Not only PKI, but DITII was also made a rebellion against Pancasila. They might be rising as well,” he said.

The last one was recalling the rising of communist by the existence of their songs such as genjer-genjer. That might be sang to rise communism.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.