Wali Kota Resmikan Bank Sampah Kenari Indah

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin saat meresmikan bank sampah di Kelurahan Jrebeng Wetan. (foto: Rifki Celleng/Humas Protokol Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KEDOPOK – Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menghadiri peresmian kerjasama program The Gate Clean Gold antara Bank Sampah Kenari Indah di Kelurahan Jrebeng Wetan dengan PT.Pegadaian (persero) Area Probolinggo. Kegiatan tersebut mengusung tema ”The Gate Clean and Gold atau memilah dan mengubah sampah rumah tangga menjadi tabungan emas”.

Deputi Bisnis Area Probolinggo, Hari Susanto menjelaskan CSR (Coorporate Social Responsibility) PT.Pegadaian bertumpu pada 3 titik yakni, The Gate bersih-bersih administrasi merupakan pemberian pelatihan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat, The Gate bersih lingkungan dan The Gate bersih hati adalah salah satu bentuk memdorong untuk memberikan support terhadap masyarakat dalam beribadah.

“Tujuan dari program ini untuk meningkatkan kinerja bank sampah. Saya berharap dengan kerjasama dengan bank sampah di Kenari indah bisa menjadi contoh bagi bank sampah yang lain. Semoga program ini bisa menjadi inspirasi masyarakat di Kota Probolinggo untuk peduli sampah,” ucap Hari Susanto

Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi menyampaikan mengapresiasi dengan baik kepada PT. Pegadaian Area Probolinggo yang telah mewujudkan CSR dengan memilih bank sampah yang ada di Kenari Indah Kelurahan Jrebeng Wetan.

Menurutnya, Program  The Gate PT Pegadaian  dengan warga  bersama komunitas Paguyuban Peduli Sampah (Papesa) ini sangat luar biasa. Karena sampah khususnya sampah plastik sangat berbahaya perlu penanganan khusus. Sampah yang selama ini dianggap kotor dan tidak ada nilainya merupakan upaya nyata mewujudkan sampah menjadi berkah.

Dengan adanya komunitas peduli lingkungan yang ada dan support dari CSR PT.Pegadaian ini bisa mengurangi permasalahan sampah yang ada di Kota Probolinggo. “Program ini sangat bagus. Semoga bank sampah kenari indah ini bisa menjadi percontohan bagi kelurahan lainnya dan masyarakat Kota Probolinggo. Semoga kedepannya semua kelurahan bisa melakukan seperti ini. Saya berharap di tahun 2025 Kota Probolinggo bebas dari sampah,”ujar Habib Hadi.

Wali Kota Habib Hadi memberikan ucapan selamat kepada pengurus bank sampah. (foto: Rifki Celleng/Humas Protokol Kota Probolinggo)

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Kota Probolinggo, Budi Krisyanto menyampaikan  Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ada keterlibatan dari berbagai elemen swasta dan elemen masyarakat. Di Kota Probolinggo sudah terbentuk elemen masyarakat dan organisasi yang bergerak peduli terhadap lingkungan. Sebanyak 20 elemen masyarakat termasuk papesa. Saat ini, di Kota Probolinggo ada 91 bank sampah, yang aktif sebanyak  50 bank sampah.

Masyarakat bisa memilih dan memilah sampah yang organik dikumpulkan untuk dijadikan kompos. Dan sampah yang on organik seperti kertas, logam dan plastik bisa ditabung di bank sampah. Melalui kerjasama dengan PT.Pegadaian (persero), dari bank sampah menjadi uang dan uang ditabung menjadi emas.

Ia juga menyampaikan program tabungan emas ini bisa diambil untuk kebutuhan pendidikan, hari raya, kesehatan serta kebutuhan untuk liburan (rekreasi). “Saya berharap bank sampah ini terus tumbuh. Di tahun 2025 Probolinggo bebas sampah dalam arti sampah tertangani dan terkelola dengan baik. Tidak ada sampah yang dibakar dan tidak ada sampah dipinggir jalan,” ujar Budi Kris (noviati/humas)