Wali Kota Tak Ingin Ada Batasan Antara Pemerintah-Masyarakat

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin saat menyampaikan program pemerintahannya kepada audiense cangkrukan di Kecamatan Wonoasih, Jumat (29/3) malam. (foto: Rizal Al Karimi/ Humas Protokol Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

WONOASIH – Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin cangkrukan bareng warga Kecamatan Wonoasih, Jumat (29/3). Malam itu, juga memberikan pelayanan kesehatan gratis, pelayanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pelayanan e-KTP bagi pemula. Serta memperkenalkan produk Usaha Kecil Menengah (UKM) di dua kelurahan, yakni Kelurahan Wonoasih dan Kedung Asem.

Wali Kota Habib Hadi tidak datang sendiri, nampak Wawali Soufis Subri, perwakilan anggota Forkopimda, para asisten dan staf ahli, kepala OPD, camat dan lurah se-Kota Probolinggo serta tamu dari Helsingborg, Swedia.

Wali Kota menjelaskan kegiatan ini merupakan kegiatan yang positif bagi Pemerintah untuk lebih dekat dengan warganya. Melalui kegiatan ini juga, Pemerintah ingin mendengarkan secara langsung keluhan dan harapan masyarakat Kota Probolinggo. “Kedepan tidak ada lagi pembatas antara Pemerintah dengan warganya. Semua bisa bersatu untuk membangun Kota Probolinggo lebih maju,”ungkapnya.

Kota Probolinggo saat ini, untuk angka kemiskinan sudah menurun. Dan target untuk tahun 2019 ini, tidak ada lagi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan warga miskin. “Bagi seluruh RT/RW, lurah dan camat untuk memberikan data warganya bagi yang RTLH dan warga miskin yang ada di Kota Probolinggo,”ucap  Habib Hadi.

Habib Hadi juga menyampaikan Pemerintah saat ini sudah mengambil kebijakan pendidikan gratis dari tingkat SD sampai SMP. Selain pendidikan gratis, Pemerintah juga memberikan anggaran yang cukup untuk melakukan rehab sekolah sebanyak 16 sekolahan.

Di akhir tahun ini, Pemerintah berupaya menyediakan anggaran yang cukup untuk memaksimalkan pelayanan sarana dan prasarana kesehatan dengan membangun Rumah Sakit (RS) baru bagi warga Kota Probolinggo. ” Saya berkomitmen untuk masalah pelayanan kesehatan, pendidikan merupakan prioritas utama untuk mewujudkan Kota Probolinggo lebih baik,” imbuhnya.

Dalam kesempatan saat berdialog, di media sosial facebook  ada yang menanyakan kepada wali kota tentang penanganan anak putus sekolah di Kota Probolinggo dan anak-anak jalanan (Anjal) masih banyak di lampu merah.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Habib Hadi menyampaikan kalau ada anak warga Kota Probolinggo yang putus sekolah harus sekolah lagi. “Untuk warga Kota Probolinggo tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Karena Pemerintah sudah memberikan kebijakan sekolah gratis bagi warga Kota Probolinggo,”jelasnya. (noviati/humas)

Probolinggo Mayor Hadi Zainal Abidin held cangkrukan, a semi-formal event to give citizens an opportunity to state their aspiration, together with residents of Wonoasih District, Friday (29/3). On that evening, it also provided free health services, payment services for Land and Building Tax (PBB) and e-KTP services for beginners, as well as introducing products for Small and Medium Enterprises (SMEs) in two sub-districts, including Wonoasih and Kedung Asem sub-district.

Mayor Habib Hadi did not come alone; he was accompanied by Vice Mayor Soufis Subri, representative of Forkopimda members, assistants and expert staff, heads of Regional Working Units (OPD), district heads and sub-district heads throughout Probolinggo City and also the delegation from Helsingborg, Sweden who would like to explore more about how democracy in the city works.

The Mayor explained that this activity is a positive activity for the government to get closer to the citizens. Through this activity, the municipality wants to listen directly to the complaints and expectations of the people of the city. “In the future, there will be no limitation between the government and its citizens. All can be united to develop the city,” he said.

At present, the poverty rate in the city has declined, and the target for 2019 is that there will no longer be Unlivable Houses (RTLH) and poor people. “For all RT / RW, sub-district heads and the district heads to provide data on citizens categorized on RTLH and poor people in Probolinggo City,” said Habib Hadi.

Habib Hadi also said that the government has now implemented free education policies from elementary to junior high school level. In addition to free education, the municipality also provided sufficient budget for school rehabilitation as many as 16 schools.

At the end of this year, the government sought to provide an adequate budget to maximize health facilities and infrastructure services by building a new hospital for residents of Probolinggo City. “I am committed to the problem of health services and education; they would be the top priority to make Probolinggo City better,” he added.

On the occasion during a dialogue, on Facebook social media, someone asked the mayor about the handling of school dropouts in Probolinggo City and street children (Anjal) that are sighted at the traffic lights.

Responding to the question, Habib Hadi said that if there were children from Probolinggo City who dropped out of school, they had to go to school again. “For Probolinggo City residents, there are no more children who are dropped out of school because the government has provided a free school policy for residents of Probolinggo City,” he explained.