Wali Kota Canangkan Gemas Tancab

   Senin (27/2), Wali Kota Probolinggo Rukmini mencanangkan Gerakan Masyarakat Tanam Cabai (Gemas Tancab). Pencanangan tersebut dilakukan wali kota saat menghadiri kegiatan cangkruan di halaman kantor RW 04 Kelurahan Pilang. Turut hadir dalam kegiatan itu Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Pimpinan Cabang Bank Jatim Probolinggo, Perwakilan Bank Indonesia Malang, serta seluruh Kepala SKPD.

   Wali kota mengungkapkan alasan pencanangan Gemas Tancab. “Kenapa saya berfikir untuk mencanangkan gerakan ini? Hal ini tidak lain karena fenomena harga cabai akhir-akhir ini yang diluar perkiraan kita semua. Cabai yang bisa dengan mudah sebenarnya kita tanam di pekarangan rumah kita, tiba-tiba harganya melambung tinggi bahkan diatas 100 ribu rupiah per kilogram,” ujar Rukmini.

   Beberapa warga berkesempatan untuk bertanya langsung kepada wali kota. Diantaranya Lilik yang mempertanyakan usia cabai. Ada juga yang mempertanyakan fasilitas umum di lingkungannya yang sudah diperjualbelikan oleh pengembang. Kehadiran perwakilan BI Malang juga sempat dipertanyakan warga.

   Menjawab pertanyaan terkait fasilitas umum, Wali Kota Rukmini memerintahkan Camat Kademangan untuk menginventarisasi berkas-berkas terkait perumahan Pilang Permai yang mulai dibangun tahun 1983. Dengan demikian bisa jelas, apakah tuntutan warga bisa dipenuhi. Terkait dengan kehadiran perwakilan BI Malang, wali kota menginformasikan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo mendapat pendampingan dari BI Malang dalam hal menekan laju inflasi.

   Sementara itu terkait dengan pertanyaan usia cabai, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Sukarning Yuliastuti diperintah wali kota untuk menjelaskan secara rinci. Kepala DPKP itu menjelaskan kalau cabai memiliki masa hidup antara 2 sampai 3 tahun. Sementara untuk masa panen, cabai mulai berbuah dan siap panen antara usia 70 sampai 90 hari. ▪abdurhamzah/humas