Wali Kota Ajak Pengusaha Mempercantik Kota

image_pdfimage_print

 

   Wali Kota Probolinggo Rukmini mengajak pengusaha/perbankan mempercantik kota dengan berkontribusi ikut membangun taman air mancur di beberapa lokasi. Hal itu disampaikan Rukmini saat coffee morning bersama pengusaha/perbankan dan kepala SKPD, Senin (6/3) di Puri Manggala Bakti.

  Pasalnya, melalui coffee morning ini wali kota ingin supaya pengusaha/perbankan ikut berkontribusi dalam pembangunan di Kota Probolinggo. Ia menyontohkan, saat berada di Malang, banyak didapati Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang bisa dikerjasamakan dengan pengusaha. “Saya inginnya seperti itu juga,” tuturnya membuka acara pagi itu.

    Pada kesempatan itu, Rukmini juga menginformasikan Bandung Investindo yang bakal mengerjakan taman air mancur. Pembangunan yang disertai perangkat air mancur, sound system sekaligus pembuatan kolam rencananya di Bundaran Gladak Serang (Glaser), Taman Maramis, Patung Pancasila Brak, Patung Kerapan Sapi Ketapang, depan kantor Pemkot Probolinggo dan depan RSUD Dr Mohammad Saleh.

   Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut beragam antara Rp 500 juta hingga Rp 200 juta di setiap titiknya. Khusus di depan RSUD, wali kota menegaskan semua biaya ditanggung sendiri oleh pihak rumah sakit. Nah, lokasi yang belum ada penanggung biaya diharapkan ada peran dari pengusaha/perbankan.

   “Biar Kota Probolinggo ini tambah cantik, tambah bagus. Jadi lewat CSR-nya bisa untuk pembangunan ini sekaligus promosi perusahannya. Karena di taman itu bisa dipasang logo perusahaan yang sudah berkontribusi,” ujar wali kota.

   Selain di lokasi tersebut, lokasi yang rencananya bakal dilengkapi perangkat air mancur dan sound system adalah Alun-alun dan Perliman (perlimaan) Mayangan. Wali kota juga menghendaki ada hiburan 4D di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL).

   “Saya tawarkan mau pesan yang mana? Mau pakai Bandung Investindo atau mau ada yang mengerjakan sendiri tidak masalah. Saya berharap semua pihak bisa berpartisipasi membangun Kota Probolinggo lebih semarak,” tegas Rukmini.

   Tawarin ini pun tidak serta merta mendapat tanggapan langsung dari pihak pengusaha/perbankan karena mereka perlu berkoordinasi dengan kantor pusat untuk mengambil kebijakan. Khusus Perliman Mayangan sudah di-inden oleh PT Kutai Timber Indonesia (KTI). “Karena lokasi pabrik kami ada di kawasan Mayangan dan yang paling dekat, jadi PT KTI akan membangun di Perliman Mayangan,” tutur pimpinan PT KTI Sain Latief. Bank Jatim pun berencana ikut berpartisipasi sesuai harapan wali kota. ∎famydecta/humas

Leave a Reply

Your email address will not be published.