Perekaman E-KTP Goes To School

MAYANGAN – Jelang Pemilihan Umum (pemilu) 2019 yang akan berlangsung pada Rabu (17/4) mendatang, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kota Probolinggo kejar target perekaman bagi pemilih pemula. Dengan program perekaman E-KTP Goes To School itu, sudah empat sekolah yang didatangi oleh tim.

Di antaranya Ponpes Riyadlus Sholihin, Ponpes Raudlatul Muta’alimin, SMK Negeri 2 dan SMAK Mater Dei. Selasa (2/4) siang, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menyaksikan perekaman E-KTP di SMA yang terletak di Jalan Panjaitan. Di sekolah tersebut, ada 71 siswa kelas 11 yang masih belum perekaman. Sedangkan kelas 12 masih mengikuti ujian.

Wali Kota Habib Hadi ditemui Kepala SMAK Mater Dei Suster M.Stefina Endang L dan Kepala Dispenduk Capil Tartib Goenawan.  Habib Hadi pun bercengkrama dengan siswa-siswi, sekaligus memotivasi anak-anak muda agar ikut berperan dalam pembangunan suatu daerah dan punya cita-cita dalam hidupnya.

“Dengan perekaman e-KTP goes to school ini, mereka (anak sekolah) tidak usah jauh-jauh lagi. Cukup di sekolahnya. Jadi, tidak menganggu aktifitasnya. Ini adalah langkah mempercepat dan mempermudah masalah perekaman e-KTP,” ujar Habib Hadi.

Pihaknya pun berkomitmen, dalam penggunaan hak suara pada pemilu nanti, tidak ada lagi surat keterangan (suket) tapi langsung menggunakan e-KTP. “Bahkan 17 April nanti perekaman e-KTP tetap dilayani sampai siang, jadi warga yang cukup usia berkesempatan untuk menyuarakan aspirasinya,” imbuh wali kota, yang punya mata unik ini.

Kepala Dispenduk Capil pun membenarkan pernyataan wali kota. Tim masih akan hunting ke sekolah-sekolah hingga 15 April mendatang. Di tanggal 16 April, Dispenduk Capil buka sampai malam. Tanggal 17 April buka lagi sampai siang. Kejar target ini dilakukan karena usia 17 tahun dalam DPT (daftar pemilih tetap) masing sekitar 167 ribu.

“Oleh karenanya, kami berupaya semua penduduk Kota Probolinggo punya e-KTP semua. Kami tidak mencetak suket tapi e-KTP sehingga warga masih bisa menggunakan hak pilihnya,” tutur Tartib.

Tartib menambahkan, pemerintah bertugas memberikan kepastian kepada adik-adik usia 17 tahun bahwa mereka punya hak pilih. Siswa di sekolah yang didatangi tinggal membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK). “Pemilih baru ini harus tuntas. Goes to school lebih efektif dari pada ke kantor. Kami juga sudah ke kelurahan.

Wali Kota Habib Hadi pun mengimbau kepada orangtua yang punya anak usia 17 tahun untuk segera melakukan perekaman. “Silahkan beritahukan. Kalau sakit nanti biar didatangi oleh tim, tapi kalau sehat bawa ke Dispenduk Capil,” imbaunya.

Ketua Osis SMAK Mater Dei Arden mengaku cukup terbantu dan merasa senang dengan perekaman e-KTP di sekolahnya. “Senang, apalagi bisa ketemu pak wali. Lebih gampang buat KTP tidak harus ke kantor pengurusannya,” ujarnya

Siswa kelas 11 itu pun memastikan jika teman-temannya di SMAK Mater Dei akan memilih dan tidak ada yang golput. Arden punya harapan untuk Pemkot Probolinggo agar lebih mengerti tentang kemauan pemuda dan memberi perhatian ke pemuda.

Setelah SMAK Mater Dei, Dispenduk Capil Goes To School bakal melanjutkan kembali ke SMK Negeri 2, MAN 2, SMAN 1 dan SMAN 4 di hari-hari yang berbeda. (famydecta/humas)