Subri: Setiap Kelurahan Harus Mengetahui Secara Detail Data Kewilayahannya.

Wawali Soufus Subri saat sambutan (foto: Humas dan Protokol)
image_pdfimage_print

Kanigaran– Untuk meningkatkan kapasitas bagi Aparatur Kelurahan, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Bagian Pemerintahan Setda Kota Probolinggo menggelar acara Diseminasi paparan Profil Perkembangan Kelurahan Tingkat Kota Probolinggo. Acara tersebut di buka langsung oleh Wakil Wali Kota Probolinggo, Muhammad Saufis Subri, bertempat di Gedung Sabha Bina Praja Kantor Pemerintah Kota Probolinggo.

Kepala Bagian Pemerintahan, Ina Lusilinawati melaporkan di tahun 2019, perlu melakukan perbaikan pada tata laksana penyelenggaraan evaluasi terhadap kelurahan. Jika di tahun lalu, setiap kelurahan untuk menyusun risalah atas perkembangan di wilayahnya. Namun di tahun ini, setiap kelurahan memaparkan terlebih dahulu di tingkat kecamatan. Selanjutnya tahapan paparan di tingkat Kota.

Ada lima kelurahan yang masuk dalam nominasi tingkat Kota. Yakni  Kelurahan Jati dari Kecamatan Mayangan, Kelurahan Triwung Lor dari Kecamatan Kademangan, Kelurahan Kanigaran dari Kecamatan Kanigaran, Kelurahan Kedung Asem dari Kecamatan Wonoasih. Sedangkan perwakilan dari Kecamatan Kedopok tidak melaksanakan paparan di tingkat Kecamatan, kelurahan dari kecamatan tersebut di diskualifikasi. “ Kegiatan ini bertujuan agar setiap Lurah mampu mengenali  secara detail perkembangan di wilayahnya serta mempersiapkan penilaian kelurahan terbaik di tingkat Provinsi,”ujar Ina.

Sementara itu, Subri menyampaikan  peran penting kecamatan terutama kelurahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik harus di tingkatkan. Dua hal tersebut merupakan tolak ukur keberhasilan jalannya roda pemerintahan serta peluang untuk berinovasi.

Dalam melakukan evaluasi di kelurahan, untuk menentukan kekurangan atau kelemahan yang ada pada kelurahan. Juga menemukan potensi-potensi baru yang selama ini belum dioptimalkan dan diberdayakan. Serta inovasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah maupun ide pemberdayaan yang muncul dari masyarakat.

Subri juga menjelaskan ada tiga indikator yang menjadi unsur penilaian, yaitu indikator pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan. Dari ketiga indikator tersebut, penilaian terhadap perkembangan sebuah kelurahan bukan hanya menjadi tugas dari aparatur kelurahan saja, tetapi melibatkan berbagai unsur terutama masyarakat. ”Paparan tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk memaparkan apa yang telah dilakukan oleh masyarakat secara swadaya di lingkungan kelurahan masing-masing,”ucapnya.

Dia juga menjelaskan tahun lalu proses penilaianya menggunakan aplikasi “Si Jinggo”. Di tahun ini, Bagian Pemerintahan mencoba melakukan tahapan paparan yang wajib dilalui oleh setiap kelurahan di tingkat kecamatan.

“Saya berharap melalui tahapan paparan ini, setiap lurah secara konkret dapat mengetahui secara detail data kewilayahannya serta untuk meningkatkan kualitas aparatur kelurahan yang ada. Semoga kegiatan ini dapat menjadi motivasi masing-masing kelurahan untuk mengembangkan wilayahnya dan mampu mensinergikan dukungan dari Pemerintah Kota dengan partisipasi dari Masyarakat,”imbuhnya. (noviati/humas)

Para Peserta Saat Mengikuti Paparan (foto: Humas dan Protokol)