Sosialisasi Harmonisasi Hunian Sehat di Rusunawa 

 

Wali Kota Ingatkan Warga Tidak Tunggak Uang Sewa Rusun

   Wali Kota Probolinggo Rukmini kembali menyapa warganya melalui kegiatan cangkruan ajang wadul, Selasa (14/3). Kali ini warga yang berkesempatan bertatap muka dengan wali kota adalah penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Bayuangga dan Semeru, yang kebetulan hari ini digelar di halaman rusunawa Semeru, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan. 

   Kegiatan milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Probolinggo ini bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Unit Pelaksana Teknis  (UPT) Rumah Susun menyosialisasikan “Harmonisasi Hunian Sehat “.

   Nampak hadir jajaran pejabat meliputi Ketua DPRD Agus Rudianto Ghofur, Wakil Ketua DPRD, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekda Johny Haryanto, asisten dan staf ahli wali kota, para kepala satker (Satuan Kerja), camat dan lurah se Kota Probolinggo. 

   Cangkruan yang dikemas dengan hiburan tradisional ludruk Mukadi CS ini diawali dengan sosialisasi oleh Kepala UPT Rusun Rumpoko kepada seluruh penghuni yang hadir. Ia mengimbau agar penghuni selalu menjaga kebersihan lingkungan serta menjaga harmonisasi rumah tangga termasuk dengan penghuni lainnya. 

   Ia pun menyampaikan beberapa sarana dan pr sarana yang diberikan kepada para penghuni rusunawa seperti buku pengaduan yang bisa ditulis semua kritik, saran serta keluhan. “Disamping itu, UPT Rusun juga sudah menyiapkan Office Boy (OB) yang ditugaskan untuk membantu menjaga kebersihan namun tidak dijadikan pembantu kebersihan. Karena pada dasarnya kebersihan rusun adalah tanggung jawab bersama,” tegas Rumpoko. 

   Selain itu Kepala UPT Pengolahan Sampah dan Limbah DLH, Neli, juga menyampaikan lingkungan yang sehat jika sanitasinya baik sehingga septic tank yang bersih dan drainase yang lancar dan tidak berbau. 

   Puncaknya, Wali Kota Rukmini menyerahkan bantuan secara simbolis bibit pohon Palem Putri kepada penghuni rusunawa. Dalam sambutannya, Rukmini berharap seluruh penghuni rusunawa agar tepat waktu dalam membayar biaya sewa setiap bulannya mengingat biaya operasional yang tidak murah dan harus dilaporkan ke Pemerintah Pusat. “Rusunawa harus bersih tidak boleh kotor, serta sarana prasarana selalu dijaga dengan baik, budayakan tertib dan bersih,” tambahnya.

   Kedepannya wali kota berencana memindahkan tempat bermain anak/alat permainan ke depan halaman rusunawa mengingat tanah aset yang berada hunian akan menjadi akses pintu tandon PDAM untuk suplai air di daerah barat. 

   Dijelaskan Rukmini, kebutuhan perumahan setiap tahunnya terus meningkat. “Diperkirakan pada tahun 2025 dibutuhkan 30 juta unit, dengan estimasi 1,2 juta unit pertahunnya. Untuk itu Pemerintah Kota Probolinggo akan membangun rusunawa twin blok di daerah Mayangan, utara Terminal Kargo. Rusunawa ini diperuntukkan warga Kampung Dok karena disana sering dilanda banjir. Jumlah rusunawa yang dibangun 65 kamar tetapi warga disana (Kampung Dok) ada 214 KK (kepala keluarga). Semoga sisanya bisa mempunyai hunian sendiri ya,” harapnya. ∎malindabulgis/humas