Wali Kota Ikuti Vidcon Bareng Kapolri

image_pdfimage_print

Wali Kota Probolinggo Rukmini bersama Kapolres Probolinggo Kota AKBP Hando Wibowo mengikuti video conference (vidcon) bersama Kapolri Jendral Tito Karnavian, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Selasa (21/3) di ruang eksekutif Mapolres setempat. Vidcon ini menyosialisasikan tentang Peraturan Menteri nomor 32 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Melalui saluran online tersebut wali kota, kapolres, Kepala Dinas Kominfo Zainullah, Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan dan jajaran kasat/pimpinan di Polres Probolinggo Kota menyaksikan berlangsungnya dialog antara kapolri dan seluruh kapolda di 8 daerah. Diantaranya, Polda Jatim, Polda Jabar, Polda Jateng, Polda Metro Jaya, Polda Sulsel.

Gubernur Soekarwo yang mendapat kesempatan pertama berdialog langsung menyatakan, apresiasinya kepada polri yang selalu melakukan pendekatan sosiologis dan keamanan pada masyarakat. Ia sangat bangga dengan ketegasan polri dalam menata keamanan di wilayahnya. “Di Jawa Timur, kami melakukan penanganan dengan pendekatan humanis tanpa mengurangi ketegasan,” tegas Pakde Karwo – sapaan gubernur ini.

Pakde menuturkan, di Jawa Timur (beberapa kota) sudah ada taksi konvensional punya trayek dan taksi yang tidak punya trayek. Ia berharap adanya pembatasan operasional taksi online yang jelas merugikan taksi konvensional yang sudah ada. Bahkan, dampaknya kini taksi konvensional cuma bisa mengantongi Rp 25 ribu per hari.

“Kami mengusulkan adanya kewenangan lokal yang diberikan kepada kami, termasuk mengatur taksi online tidak berada di sekitar pangkalan (taksi konvensional). Dan, izin aplikasi agar didelegasikan ke Kominfo provinsi saja. Kemudian kami juga diberi kewenangan melakukan penindakan secara lokal,” kata Pakde.

Menanggapi apa yang disampaikan Pakde Karwo, Menteri Kominfo Rudiantara berjanji bakal membahas terkait izin aplikasi ke kominfo provinsi dalam forum kominfo. Kapolri pun menambahkan pentingnya forum komunikasi untuk menemukan cara menyelesaikan masalah.

Jenderal Tito Karnavian menegaskan kepada seluruh kapolres dan kasat untuk mendeteksi dini jika ada potensi gejolak yang terjadi. “Jangan dibiarkan. Kalau ada info jangan dibiarkan tapi lakukan langkah-langkah. Komunikasi yang paling utama dan selalu pro aktif,” tegas kapolri.

Soal keberadaan transportas online, Kabid DLLAJ setempat Nunuk Heri Setyowati mengatakan tidak didapati di Kota Probolinggo. “Tidak ada disini, (transportasi online ojek atau taksi) hanya ada di kota-kota besar. Informasi yang disampaikan dalam vidcon ini sosialisasi perubahan permen 32,” ujarnya. ?famydecta/humas

Leave a Reply

Your email address will not be published.