Lima Lembaga Tandatangani Akta Hibah Five Institution to get Gift Paper

image_pdfimage_print

 

Sebanyak lima lembaga di Kota Probolinggo menandatangani naskah perjanjian hibah daerah (akta hibah) disaksikan langsung oleh Wali Kota Rukmini, Selasa (21/3) di gedung Sabha Bina Praja. Wali kota berpesan penggunaan anggaran harus sesuai peruntukkan, tepat guna, tepat sasaran dan dimanfaatkan dengan semestinya.

There are five institutions signed gift papers witnessed by Probolinggo mayot Rukmini on Tuesday (21/3) at Sabha Bina Praja hall. Mayor said the bugdet should be used properly.

“Akta hibah ini wajib bagi organisasi dibawah naungan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang menerima dana dari pemerintah. SKPD yang memverifikasi, hingga penggunaan, pengawasaan dan pelaporan. SKPD harus mengawasi, jangan dipakai yang lain,” tegas wali kota.

“These papers are required for the institution that receive the governmental funds. The related working units should verify and monitor all the process in using the fund until the report making. Do not use it in a wrong way,” said the mayor firmly.

Lima yang mendapat dana hibah 2017 yaitu Dekopinda Rp 27 juta, KONI Rp 4.575.800.000, Kadin Rp 52 juta, Rp 500 juta untuk Pramuka, sedangkan PMI mendapat Rp 450 juta. Dana hibah diberikan untuk satu tahun pengajuan dan telah melalui KUA-PPAS dan RAPBD.

The five institution are Dekopinda Rp 27 million, Koni (sport committee) Rp4.575.800.000, Kadin (Indonesian Chamber of Commerce and Trade) Rp52 million, Pramuka (Indonesian Boyscout) Rp 500 million and PMI (Indonesian Red Cross) Rp 450 million. This fund is for a year and has through KUA-PPAS (budget priorities) and RAPBD (regional bugdet plan).

Secara ceremonial, tiga lembaga yang menandatangani akta hibah adalah Ketua PMI Indi Eko Yanuarto, Ketua KONI Heru Jhudiarto dan Ketua Dekopinda Agus Lithanta.  Dengan dana ini, wali kota berharap KONI dapat menghimpun semua cabang olahraga (cabor) agar bisa memenuhi kebutuhan menjaring atlet-atlet baru. Ia tidak ingin ada kasus penggunaan dana hibah yang hanya dihabiskan oleh ketua atau pengurus lembaga.

There are three institutions that signed the gift paper those are the chairman of PMI Indi Eko Yanuarto, the chairman of Koni Heru Jhudiarto and the head of Dekopinda Agus Lithanta. Mayor hoped Koni could use the fund to find new athletes. She also said those funds are not only for the chairman or the members of thhe institution.

“Kreatifitas dan prestasi Kota Probolinggo harus terus ditingkatkan, pemerintah yang membiayai (melalu dana hibah ini) sehingga anggaran yang diberikan tepat guna dan tepat sasaran. KONI Jangan andalkan atlet panjat tebing saja, tetapi atlet yang lain juga,” pesannya.

“We should increase the creativity and achievement of Probolinggo city, so use the funds properly. For Koni, do not count on climbing athletes for trophies, please find another athletes,” said her.

“Semoga dana hibah ini bermanfaat, tepat sasaran dan memberikan kegiatan positif bagi masyarakat. Mudah-mudahan tidak ada lagi dana talangan untuk lembaga atau organisasinya,” lanjut mantan anggota DPR RI ini.

“I hope this fund will helpful, get a proper target and give a positive impact for the people. Hopefully, there are no bailout for the institution,” said this former member of national parliament.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.