Noasih Berdaya Lahirkan Kolam Pancing Anti Galau

Warga saat memancing di kampung noasih berdaya yang berada di Kelurahan Jrebeng Kidul (Foto: Rizal Al Karimi/Humas dan Protokol)
image_pdfimage_print

WONOASIH – Siapa yang menyangka sebuah sungai kotor, banyak pohon bambu berukuran besar dan dikenal angker bisa disulap menjadi sebuah destinasi wisata? Ya, inilah yang telah dilakukan warga Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih untuk memberdayakan daerahnya secara partisipatif dan menggerakkan ekonomi.

Sungai itu kini menjadi tempat mancing yang dilengkapi gazebo dan jembatan gantung. Warga memberinya nama daerahnya dengan Kampung Kompag atau Kolam Pancing Anti Galau. Dan, penyerahan hadiah Lomba Noasih Berdaya gelaran Kecamatan Wonoasih pun dilaksanakan di Kampung Kompag, Rabu (10/4) malam.

“Ini adalah salah satu dari enam wilayah yang sudah bisa memberikan bukti perubahan sesuai dengan tujuan pelaksanaan lomba,” kata Camat Wonoasih, Deus Nawandi.

Lomba Noasih Berdaya dilaksanakan sejak 1 Maret hingga 1 April lalu. Enam kelurahan yang ada di Wonoasih menyajikan kawasan yang punya kegiatan ekonomi dan berbasis partisipasi masyarakat. Kelurahan Jrebeng Kidul dengan Kampung Kompag; Kelurahan Kedungasem dengan Kampung Protokol (mrotoli bawang); Kelurahan Wonoasih, Pakistaji, Kedung Galeng dan Sumbertaman mengangkat potensi perikanan.

“Dengan hasil yang dicapai ini kami sangat optimis dan percaya diri jika ada event tingkat kota bisa diselenggarakan di wilayah Wonoasih. Kami pun berharap ada intervensi pihak terkait, CSR (Coorporate Social Responsibility), stakeholder lainnya dan memberi masukan pada masyarakat,” tutur Deus, saat malam penyerahan hadiah lomba dan menekankan pada warga untuk menjaga apa yang sudah diciptakan.

Lomba Noasih Berdaya ini dimenangkan oleh Kampung Kompag, disusul kemudian Sumber Air Ardi dari Kelurahan Wonoasih, Kampung Spaser di Kelurahan Pakistaji. Terbaik ke empat ada Kelurahan Kedung Galeng, terbaik terakhir Kelurahan Sumbertaman.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin menceritakan, barongan (pohon bambu) ini pasalnya punya banyak cerita di kalangan masyarakat tetapi sekarang jadi tempat yang menarik. Jadi tempat selfi, sungai diberi ikan untuk memancing, menciptakan ekonomi lokal dan menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam membangun serta memperbaiki daerahnya sehingga menjadi destinasi wisata baru.

“Tentunya, kegiatan ini sesuai misi saya yaitu membangun bersama rakyat. Dengan mengajak masyarakat ikut berpartisipasi menunjukkan potensi apa yang bisa dikembangkan di masing-masing kelurahan,” kata Habib Hadi.

Habib Hadi pun meminta warga agar tetap menjaga dan mengembangkan apa yang sudah dibuat di daerahnya masing-masing. “Dengan adanya gerakan dari masyarakat ekonomi dapat lebih meningkat. Harapan saya, ke depan masih banyak lokasi yang akan berkembang di Kota Probolinggo,” ujarnya. (famydecta/humas)

Wali Kota Habib Hadi foto bersama dengan para pemenang lomba kampung noasih berdaya (Foto: Rizal Al Karimi/Humas dan Protokol)