Izin Sementara Bersyarat Untuk Pop City Karaoke  Temporary License for Pop City Karaoke

image_pdfimage_print

 

 

Pemerintah Kota Probolinggo akhirnya memberikan izin sementara bersyarat untuk Pop City Karaoke Keluarga. Pemberian izin ini diberikan sesuai SK 188.45/161/KEP/425.012/2017 terhitung sejak 17 Maret hingga 12 Mei 2017 mendatang. Jika didapati pelanggaran selama masa izin sementara, pemkot bakal mencabut izin yang telah diberikan. 

Probolinggo city government gave temporary license for Pop City Family Karaoke. It is based on decree number 188.45/161/KEP/425.012/2017 on 17th March until 12th May 2017. If there is some violation during that time, the government will revoke that decree.

Dalam SK tersebut dijelaskan, Pemkot Probolinggo memberikan izin sementara bersyarat terhadap Pop City, pemilik Leonardo (CV Indonav Jaya) di Jalan Dr Sutomo No 66 A Kota Probolinggo, dengan jenis usaha karaoke keluarga dan kafe. 

The decree explained that the government give license to Pop City (Leonardo, the owner CV. Indonav Jaya) at Jl. Dr. Sutomo no. 66A Probolinggo city,  as a family karaoke and cafe.

Izin sementara bersyarat dikeluarkan dengan syarat bahwa pemegang surat izin hiburan wajib melaksanakan hasil pemeriksaan tim pengawasan penyelenggaraan usaha hiburan yang tertuang dalam berita acara tertanggal 13 Maret 2017. Dan, memberikan hak kepada pemegang surat izin hiburan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya terhitung mulai tanggal 17 Maret 2017 sampai dengan tanggal 12 Mei 2017.

Temporary license has been issued but that should comply all the condition on a report of monitoring team on March 13, 2017. The license will valid until May 12, 2017.

Apabila sebelum izin sementara bersyarat ditemukan adanya bentuk pelanggaran maupun ketidakpatuhan terhadap aturan hukum serta mengabaikan hasil tim pengawasan penyelenggaraan usaha hiburan , maka izin sementara bersyarat akan dicabut.

If there are some violation during that time so the license will be revoke.

SK tersebut juga memerintahkan Satpol PP untuk melakukan tindakan-tindakan yang dianggap perlu dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan azas-azas umum pemerintahan yang baik, demi dipatuhinya dan dilaksanakannya keputusan ini. 

The application of decree will be monitored by Satpol PP and will act based on regulations.

Manajemen Pop City, Wisnumurti menyatakan rasa terimakasih yang tak terhenti kepada Pemerintah Kota Probolinggo yang membimbing Pop City menjadi tempat hiburan yang baik bagi masyarakat. “Terimakasih untuk terus membantu kami, melakukan apa-apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak diperbolehkan di Pop City ini,” tuturnya. 

The manager of Pop City, Wisnumurti thanked to the government to make it better place for the community.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Sudiyanto mengungkapkan apresiasinya dan selamat kepada Pop City karena diberi kesempatan untuk dibuka kembali meskipun bersifat sementara dan bersyarat. Ia berharap keberadaan Pop City menambah khasanah tempat rehat, wisata sekaligus menghibur di Kota Probolinggo. 

Meanwhile, economic and developmental assistant Ahmad Sudiyanto appreciates and congratulate Pop City for the second chance. He hoped it could be a better entertainment place in Probolinggo city.

“Ibu wali kota menekankan tentang tiga hal, yaitu keamanan demi menjaga kondusifitas daerah. Masyarakat yang keluar masuk harus diawasi secara ketat sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Security di luar menjadi ujung tombak. Jika terjadi sesuatu hal yang melanggar izin maka yang bertanggung jawab adalah manajemen,” tegas asisten. 

“There are three point of mayor’s attention, those are the security, the visitor should be monitored strictly. If there are violation against law, the management should be responsible,” said the assistant.

Penekanan lain adalah investor yang berbisnis hiburan di Kota Probolinggo tidak melanggar ketentuan yang ada. Serta keberadaan pemandu lagu dan minuman keras yang dapat merusak image Pop City sebagai karaoke keluarga.

Investors who have entertainment business should not violate the law. The existence of lady companion and liquor are not a good image for Pop City as a family karaoke.

“Kalau ada pelanggaran selama masa izin sementara dan bersyarat ini, maka izin akan kami cabut. Terkait keputusan pemberian izin ini kami sudah bekerjasama dengan Bagian Hukum,” imbuh Kabid Destinasi Wisata, Dinas Budaya dan Pariwisata Pramito Legowo. 

“If there are violation during the temporary license, we will revoke the license. We’ve coordinated it with Law Department,” said the head of Tourism Destination division of Culture and Tourism Agency, Pramito Legowo 

Usai diterbitkannya SK tersebut, Rabu (22/3) manajemen Pop City karaoke keluarga menggelar tasyakuran dengan mengundang beberapa pihak terkait. Mereka yang hadir Asisten Ahmad Sudiyanto, Kasatpol PP Sudiman, Camat Kanigaran Budi Harjanto, Camat Mayangan M Abbas, perwakilan Koramil dan Subdenpom serta tim pengawas. 

On Wednesday (22/3), Pop city management held a tasyakuran (thankfulness) celebration which attended by the assistant Ahmad Sudiyanto, the head of Satpol PP Sudiman, the head of Kanigaran subdistrict Budi Harjanto, the head of Mayangan subdistrict M Abbas, and the monitoring team.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.