Giliran 500 Warga Mayangan Terima Bansos

Wali Kota Habib Hadi memberikan bantuan pangan non tunai berupa telur kepada warga (Foto: Agus/Humas dan Protokol)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Sebanyak 500 warga di lima kelurahan di Kecamatan Mayangan menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari APBN dan APBD senilai Rp 110 ribu, berupa beras dan telor. Penyerahan bantuan sosial tersebut dilaksanakan di Aula Kelurahan Mangunharjo, Kamis (11/4) pagi.

Di pertemuan perdananya dengan warga penerima bantuan, Wali Kota Hadi Zainal Abidin menyampaikan beberapa pesannya. Yaitu, wali kota meminta warga untuk menggunakan bantuan yang diberikan pemerintah untuk mengurangi pengeluaran sehari-hari.

Sebab, yang diberikan adalah bahan pokok berupa beras dan gula. Habib Hadi tidak ingin bantuan tersebut malah dijual. “Kalau begini, akhirnya bantuan pemerintah tidak berhasil karena masyarakat tidak mau memanfaatkan sebagaimana mestinya,” ucap Habib Hadi ke warga yang hadir.

Ia pun menyayangkan jika sampai ada masyarakat yang berbuat seperti apa yang dikhawatirkannya. Ia juga tidak ingin warga kurang mampu tetapi kartu bantuannya justru digadaikan. Menurutnya, sebagus apapun program pemerintah kalau masyarakat tidak mampu maka program tersebut tidak akan berjalan.

“Saya minta tolong dijalankan sesuai apa yang menjadi harapan pemerintah. Kalau sampai ada yang seperti itu dan saya temukan, maka kartunya akan diblokir dan dicoret dari data biar tidak dapat bantuan, male tak toman (biar kapok). Saya lebih baik bicara langsung dari pada tidak menyampaikan. Amanah, mandat dan jabatan ini harus saya lakukan sesuai yang berlaku. Jangan sampai bantuan disalah gunakan untuk lainnya. Siap dicoret?,” tegas Habib Hadi disambut tepuk tangan warga penerima manfaat yang didominasi kaum perempuan itu.

Habib Hadi menyadari apa yang diberikan oleh pemerintah masih dirasa kurang, namun baru inilah yang bisa dibantu oleh pemerintah. Orang nomor satu di Kota Probolinggo ini berkomitmen tidak akan bangga dengan menurunnya angka kemiskinan di Kota Probolinggo. Ia akan melihat langsung di lapangan, sebab ia tidak mau di masa kepemimpinannya ada yang terlewati dan salah sasaran.

“Semua data (kemiskinan) akan kami perbaiki. Yang berhak akan diberi, tetapi yang merasa ekonominya cukup jangan mengambil hak mereka yang tidak mampu. Kalau merasa sudah cukup ya serahkan ke yang berhak,” ucap Habib Hadi.

Saat penyerahan bansos, wali kota juga mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi warga di ruangan berbeda. Itu dilakukan setelah melihat di sebuah tempat saat memberikan bantuan, ada warga yang terlihat memprihatinkan. “Saya lihat ada yang sepuh dan ada kendala kesehatan. Jadi, setelah menerima bantuan silahkan memeriksakan kesehatannya bagi yang merasa kurang sehat,” pungkas mantan anggota DPR RI ini. (famydecta/humas)

Salah satu warga memeriksa kesehatannya selesai menerima bantuan BPNT (Foto: Agus/Humas dan Protokol)

A total of 500 residents in five sub-districts in Mayangan District received Non-Cash Food Aid (BPNT) from the National Budget (APBN) and Regional Budget (APBD) worth Rp 110 thousand each, in the form of rice and eggs. Submission of social assistance was carried out at the Mangunharjo Sub-district Hall on Thursday (11/4) morning.

At the inaugural meeting with the beneficiaries, Mayor Hadi Zainal Abidin conveyed several of his messages. He asked residents to use assistance provided by the government to reduce daily expenses.

He said that what is given is the basic ingredients in the form of rice and sugar. Habib Hadi did not want the aid to be sold. “At this rate, finally government assistance is not successful because the community does not want to use it properly,” said Habib Hadi to the residents present.

He also regretted if there were people who did what he feared. He also did not want the less fortunate people to pawn the card given. According to him, no matter how good the government program is, if the community is not supporting, the program will not work.

“I ask for help to support the program as what the government hopes. If there is something like that and I find it, then the card will be blocked from the data so that it cannot get the assistance, to give a deterrent effect. I am better to tell you this directly. I have to do this mandate. Don’t let the assistance to be misused for others. Ready to be erased?” said Habib Hadi, applauded by the women-dominated beneficiaries.

Habib Hadi realized that what was given by the government was still felt lacking, but this was only what the government could help. The number-one person in the city is committed not to be proud of the decline in poverty in the Probolinggo city. He will see directly on the field because he does not want in his leadership period there are those who missed and misdirected.

“We will correct all data (poverty). Those who are entitled to be given, but who feel their economy is sufficient do not take the rights of those who cannot. If you feel that you have enough, leave it to the rightful ones,” said Habib Hadi.

When the assistance was handed over, the mayor also held a health check for residents in different rooms. It was done after seeing in a place when giving assistance, there were residents who looked not healthy. “I see there are elderly people and there are health problems. So, after receiving assistance, please check the health of those who feel unwell,” concluded the former member of the Republic of Indonesia Parliament.