Tabung Beras Jadi Inovasi Terbaik Kota Probolinggo

Wali Kota Habib Hadi memberikan penghargaan kepada pemenang inovasi pelayanan inovasi publik terbaik (Foto: Rizal Al Karimi/Humas dan Protokol)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Gelar Inovasi Pelayanan Publik (GIPP) 2019 di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo usai digelar. Dari 46 proposal yang masuk, dipilih 15 inovasi dan akhirnya  dipilih enam inovasi terbaik. Inovasi yang berhasil jadi juara adalah Tabung Beras dari UPT Puskesmas Jati.

Dalam laporannya, Kabag Organisasi Heri Astuti menjelaskan, GIPP digelar dua tahun sekali. Untuk menciptakan satu instansi satu inovasi guna mempercepat pelayanan publik maka Pemkot Probolinggo memberikan sarana melalui GIPP tersebut.

“Menetapkan pelayanan publik terbaik untuk mentransfer ilmu untuk bisa maju ke tingkat provinsi dan nasional,” katanya. Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin nampak hadir di Paseban Sena, Kamis (11/4) didampingi Wawali Mochammad Soufis Subri serta sejumlah pejabat, dewan juri GIPP 2019 dan nominasi 15 inovasi.

Enam besar inovasi terbaik (nilai tertinggi berdasarkan urutan) sesuai kesepakatan dewan juri GIPP 2019 adalah Tabung Beras (Tabungan Bersama Rumah Sehat) UPT Puskesmas Jati; Teman Bahagia (Sistem Pembinaan bagi Penderita Gangguan Jiwa) UPT Puskesmas Kanigaran; Masuk Pak Eco (Manfaat Sumber Kekayaan dan Pengelolaan Alam melalui ECOPRINT) SMP Negeri 8.

Kemudian terbaik ke empat ada Jurus AK3 (Jadi Sekali Urus Akta Kematian, Kartu Keluarga dan KTP elektronik) Dispenduk Capil; Adek Dewa (Anak Dekat Dengan Satwa) Dinas Lingkungan Hidup dan Segitiga Bermuda (Sekolah Digital dan Teknologi Informasi Gadget Berorientasi Mutu dan Karakter) Disdikpora.

Wali Kota Habib Hadi mengatakan, dengan inovasi yang sudah ada sekarang seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada harus lebih meningkatkan dan bersemangat lagi agar menjadi terbaik.

“Yang berhasil sekarang harus lebih baik lagi. Saya berharap inovasi yang diciptakan ke depannya melihat fakta realita dan aspek manfaat. Melalui event ini bisa lakukan yang terbaik dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” terang Habib Hadi.

Apa itu Tabung Beras?

Inovasi Tabung Beras adalah inovasi dari UPT Puskesmas Jati dengan cara memberdayakan masyarakat dalam satu wilayah, untuk mewujudkan rumah sehat bagi warga yang belum termasuk dalam kategori rumah sehat secara bergotong royong berupa tabungan.

Inovasi ini terlaksana sejak Januari 2018, hingga saat ini telah terbentuk 2 kelompok Tabung Beras dan telah terealisasi total 15 septictank dan 1 sistem PLC-RT (Penanganan Limbah Cair Rumah Tangga).

Nominal yang yang ditabungkan serta waktu menabung secara harian/mingguan atau bulanan ditentukan sendiri oleh warga yang telah berkomitmen membentuk kelompok Tabung Beras.

Jika dana terkumpul sudah sesuai yang dibutuhkan untuk realisasi perbaikan sarana rumah sehat maka dilakukan penapisan berdasarkan kondisi warga yang paling membutuhkan sarana rumah sehat. Proses pelaksanaan di dalam kelompok Tabung Beras ini dilaksanakan dari dan untuk masyarakat.

Sedangkan Puskesmas Jati berperan dalam pemicuan dan pembinaan, sehingga peran serta masyarakat merupakan faktor utama keberhasilan inovasi Tabung Beras. (famydecta/humas)

Wali Kota Habib Hadi dan Kabag Organisasi foto bersama dengan para peraih penghargaan inovasi pelayanan publik terbaik (Foto: Rizal Al Karimi)