Kota Probolinggo Akan Jadi Hub Wisata Jawa Timur

image_pdfimage_print

Kanigaran- Kamis,(11/4), Kota Probolinggo menjadi tuan rumah rapat koordinasi peningkatan sarana dan prasarana transportasi dan kerjasama pengembangan pariwisata antar daerah, di wilayah kerja Bakorwil (badan koordinasi wilayah pemerintahan dan pembangunan) V Jember. Rakor tersebut di gelar di gedung Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo.

Siang itu, Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri menyambut para undangan. Di antaranya, Kepala Bakorwil V Jember R. Tjahjo Widodo, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Fatah Yasin, dan Kepala Seksi Destinasi Wisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur Suwondo.

Tak hanya itu, Bakorwil V Jember yang menjadi panitia juga mengundang para Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Satpol PP, Kepala Bagian Pemerintahan, serta Kepala Perekonomian dari Kabupaten/Kota Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten/Kota Pasuruan, Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep. Terlihat hadir pula Kepala KSOP Probolinggo, Kepala KSOP Panarukan dan Pimpinan Srikaya Travel Surabaya.

Rakor tersebut  merupakan salah satu perwujudan kegiatan program kewilayahan yang akan ditetapkan oleh Provinsi Jawa Timur. Di mana akan ada sinergitas agenda wisata bersama antar kabupaten/kota wilayah Probolinggo dan sekitarnya dengan Madura. Tujuannya guna meningkatkan kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri.

Wakil Wali Kota Probolinggo dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Pemerintah Probolinggo berharap adanya sinergitas kewilayahan yang lebih baik dan lebih konkret terkait dengan kerjasama dalam rangka mendukung kepariwisataan di Jawa Timur, khususnya wilayah timur.

“Sejalan dengan arahan Pemerintah Pusat terkait dengan pengembangan potensi sepuluh Bali baru Indonesia. Probolinggo menjadi salah satu daerah yang secara geografis memiliki potensi sebagai hub atau penghubung, yang mempermudah akses untuk saling melintas antar daerah,” jelas Subri.

“Kita juga memiliki potensi dermaga atau laut yang bisa menerima kapal pesiar sampai kedalaman 16 meter. Dengan ini akan membantu percepatan pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah Probolinggo. Kami siap menjadi hub dan singapura kecilnya Indonesia”pungkasnya.

Tak hanya Wawali yang menyampaikan beberapa paparannya, namun Kepala Bakorwil V Jember, Kepala Seksi Destinasi Wisata Provinsi Jatim dan Kepala Dinas Perhubungan juga turut memaparkan terkait pengembangan pariwisata tersebut.

Di akhir acara Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo, yang memoderatori rakor tersebut menyampaikan hasil rapat yang selanjutnya akan direkomendasikan berupa usulan yang akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur, Wali Kota Probolinggo dan Bupati Probolinggo.

Beberapa rekomendasinya yakni, untuk pengembangan fasilitasi angkutan laut antara pelabuhan Probolinggo menuju Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep diperlukan kendaraan angkutan laut untuk penumpang dan jalur secara rutin. Adanya perbaikan dermaga agar bisa disinggahi kapal angkutan orang dan barang dengan pembayaran APBD Kab/Kota, Provinsi dan APBN.

Juga, untuk meningkatkan kunjungan wisata dan pengembangan potensi kepariwisataan di daerah Probolinggo sekitarnya (Bromo-Ijen) dengan potensi wisata di Pulau Madura diperlukan Kerjasama intensif antara Kab/Kota dengan membuat jadwal agenda kunjungan wisata.

Jadwal kunjungan wisata dilaksanakan dengan melibatkan pelaku usaha swasta kepariwisataan dan didukung Kementrian Pariwisata, Dinas Pariwisata Provinsi, dan Dinas Pariwisata Kab/Kota. Selain itu, juga perlu dilaksanakan rapat koordinasi secara rutin untuk mewujudkan pengembangan fasilitas sarana perhubungan dan pengembangan potensi pariwisata melalui promosi media sosial dengan mengundang Dinas/ASN untuk menjadi wisatawan. Selanjutnya rapat koordinasi akan dilaksanakan kembali di Pulau Madura Kabupaten Sumenep. (Malinda/Humas)