Subri : Anggota TP PKK Harus Mengedepankan Netralitas

Wakil Wali Kota Soufis Subri saat sambutan pada acara sosialisasi peningkatan kesadaran etika dan moral politik (Foto: Rizal Al Karimi/Humas dan Protokol)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Mengingat Pemilu 2019 yang tinggal beberapa hari lagi, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Kesbang dan Politik (Kesbangpol) menggelar sosialisasi peningkatan kesadaran etika dan moral politik bagi seluruh anggota TP PKK se Kota Probolinggo, Kamis (11/4). Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri membuka sosialiasi yang bertempat di Aula Pertemuan Kesbangpol tersebut.

Kepala Kesbangpol, Teguh Bagus Sujawanto melaporkan tujuan kegiatan sosialisasi tersebut untuk memberikan wawasan serta pemahaman pengurus Tim Penggerak PKK se Kota Probolinggo, tentang wahana demokrasi yang sesuai dengan etika dan budaya bangsa yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar.

Jumlah peserta kegiatan sebanyak 117 dari pengurus Tim Penggerak PKK kota, kecamatan, kelurahan. Dengan mendatangkan Ketua KPU Kota Probolinggo Ahmad Hudri dan Wakil Rektor Universitas Panca Marga (UPM) Abdul Halim sebagai narasumber.

“Materi yang disampaikan adalah etika politik dalam negara demokrasi 2019 dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pemilih perempuan terhadap tahapan kepemiluan tahun 2019,” kata Teguh.

Wawali Subri menyampaikan bahwa gerakan PKK merupakan sifatnya independen, maka pengurus tim penggerak PKK harus netral dan tidak berapi-api pada kelompok partai tertentu. “Oleh karena itu menjelang Pemilu 2019 Tim Penggerak PKK harus mengedepankan netralitas dan sebagai warga negara yang baik harus mengikuti proses Pemilu tersebut dengan baik,” ucap Subri

Dengan adanya sosialisasi ini para kaum perempuan diharapkan dapat menginformasikan kepada keluarga dan masyarakat disekitar, tentang cara berpolitik dengan sehat dan mengajak semua keluarga untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS). “Ayo para ibu-ibu harus mengomandani anak-anak dan suaminya untuk datang ke TPS,” tegas Subri.

Subri juga memberi tips cara memilih pimpinan yang tepat kepada seluruh tim pengurus PKK. “Saya punya tips untuk para ibu-ibu untuk memilih pemimpin yan tepat yakni carilah pemimpin yang mempunyai pendidikan yang jelas, harus punya pekerjaan yang jelas, punya penghasilan yang jelas dan mempunyai pengalaman yang jelas,” kata Subri. (soni/humas)

Para peserta acara sosialisasi peningkatan kesadaran etika dan moral politik (Foto: Rizal Al Karimi/Humas dan Protokol)

Ahead of 2019 Election which is only a few days away, Probolinggo Municipality through Agency of National and Political Unity (Kesbangpol) held dissemination to increase the awareness of ethics and political morals for all TP PKK members throughout Probolinggo City on Thursday (11/4). Vice Mayor of Probolinggo Mochammad Soufis Subri opened the event at the Kesbangpol Meeting Hall.

Head of Kesbangpol, Teguh Bagus Sujawanto reported the purpose of the dissemination was to provide insight and understanding of the management of the PKK Team in the city, about democracy in accordance with national ethics and culture based on Pancasila and the Constitution.

The number of participants was 117 from the PKK Team of city level, districts, and sub-district level. As speakers were Chairman of the Probolinggo City Election Commission Ahmad Hudri and the Vice Chancellor of the University of Panca Marga (UPM) Abdul Halim.

“The material presented is political ethics in 2019 democracy and increases the knowledge and understanding of women voters towards the electoral stages in 2019,” Teguh said.

Vice Mayor Subri said that the PKK movement was independent in nature, so the PKK steering team administrators have to be neutral and not supportive of certain party groups. “Therefore, ahead of the 2019 Election, the PKK Team must prioritize neutrality and as a good citizen must participate in the election process well,” Subri said.

With this dissemination, women are expected to be able to inform the family and the surrounding community about how to be practicing politics fairly and invite all families to come to the polling station (TPS). “Come on, the mothers have to command their children and husbands to come to the polling station,” said Subri.

Subri also gave tips on how to choose the right leader for the entire PKK management team. “I have tips for mothers to choose the right leader. Just vote for leaders who have certain education, jobs, income, and have a good experience,” Subri said.