Pencairan Santunan Kematian Kini Hanya Tiga Hari

Wali Kota Habib Hadi saat sambutan acara sosialisasi SE akta kematian dan santunan kematian bagi ketua RT dan RW (Foto: Welly/Humas/Protokol)
image_pdfimage_print

 

KANIGARAN – Pemerintah Kota Probolinggo terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk warganya. Terbaru, kini pencairan santunan kematian dipercepat dalam kepemimpinan Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Moch Soufis Subri.

Kini dalam Peraturan Wali Kota nomor 36 tahun 2019 tentang santunan kematian bagi penduduk Kota Probolinggo menyebutkan, pencairan santunan dapat dilakukan tiga hari setelah semua tahapan dipenuhi.

Sosialisasi perwali akta kematian dan santunan kematian bagi ketua RT dan RW se-Kecamatan Kanigaran dan Kecamatan Kademangan, Jumat (12/4) menghadirkan Sekretaris BPPKAD Agus Dwiwantoro dan pihak Bank Jatim sebagai narasumber.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Tartib Goenawan melaporkan, jika tahun-tahun sebelumnya pencairan santunan bisa lebih dari 40 hari atau 60 hari. Nah, kali ini harus dilakukan percepatan.

“Beliau menginginkan tidak boleh lebih dari tiga hari. Harapannya, santunan kematian nantinya tidak ada proses yang berbelit-belit sebagai bentuk negara hadir dalam permasalahan warganya,” ujar Tartib dalam laporannya.

Siapakah yang berhak mendapat santunan kematian dari Pemerintah Kota Probolinggo? Yakni almarhum tidak boleh ASN (aparatur sipil negara), TNI, Polri dan pensiunan ASN. Jika yang meninggal istri atau anaknya masih berhak mendapat santunan tersebut.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Hadi Zainal Abidin menuturkan, melalui sosialisasi tersebut RT dan RW lebih mengerti apa yang harus dilakukan hingga prosesnya sampai ke kelurahan masing-masing sesuai aturan dan mekanisme yang ada.

“Saya sudah membuat surat edaran. Tidak boleh lebih dari tiga hari kerja santunan sudah harus terealisasi. Semua prosedur sudah diatur oleh aturan agar bisa lebih cepat terlaksana. Harapan saya, semua RT dan RW bisa melaksanakan apa yang bisa dilaksanakan. Jangan menunggu warga laporan tetapi jemput bola,” tegas Habib Hadi.

Kepada para camat, Habib Hadi sudah menyampaikan RT dan RW jangan gaptek. Minimal tahu tentang WA (WhatsApp). Karena dengan aplikasi tersebut bisa memudahkan koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat.

“Perlu saya sampaikan, jabatan yang kita terima ini adalah jabatan pengabdian. Bukan hebat-hebatan, bukan gawat-gawatan tapi memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat. Dengan bentuk pengabdian dan pelayanan terhadap masyarakat, kita bisa punya kebahagiaan, kesenangan bisa menjadi bagian dalam membantu masyarakat,” tutur pengasuh Ponpes Riyadlus Sholihin, Ketapang ini.

Untuk itu, agar RT dan RW lebih cepat mengurus dan paham tata cara percepatan santunan kematian diadakanlah sosialisasi ini. “Supaya dapat pemahaman dan bisa disampaikan ke masyarakat. Biar tidak hanya menyalahkan tetapi berkas harus segera dilengkapi sehingga santunan kematian cepat terealisasi,” ujar Habib Hadi lagi. (famydecta/humas)

Ketua RT dan RW mengikuti acara sosialisasi SE akta kematian dan santunan kematian di pendopo Kecamatan Kanigaran (Foto: Welly/Humas dan Protokol)