Gelar Rakor Terpadu Penanganan Konflik Sosial Held a Meeting in Handling Social Conflicts

image_pdfimage_print

 

 

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial tahun 2017, Kamis (30/3). Rakor ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi keterpaduan dan sinergitas antara tim terpadu konflik sosial. 

Probolinggo Natinal Political Unity Agency (Bakesbangpol) held a coordination meeting in handling social conflicts of 2107 on Thursday (30/3). It is expected to increase the coordination and synergy among the team’s member.

“Mengevaluasi rencana penanganan konflik sosial, terciptanya koordinasi dan komunikasi antar tim terpadu sekaligus menyusun rekomendasi, saran kebijakan dalam rangka penanganan konflik sosial yang ada. Selain itu juga mengoptimalkan peran tugas tim,” terang Kepala Bakesbangpol Didik Sunarnyoto saat menyampaikan laporannya. 

“To evaluate the plan of social conflict plan, to coordinate and to communicate all members, and also to arrange the recommendation and policy in order to handle social conflict. It is also to optimize the functions of team,” said the head of Bakesbangpol, Didik Sunarnyoto in is report.

Sementara itu, Wali Kota Rukmini menyatakan konflik sosial yang terjadi di masyarakat karena belum ada kesejahteraan sehingga berpotensi adanya konflik. Ia menyontohkan, jalan rusak di Kota Probolinggo juga menjadi konflik di masyarakat. Untuk itu pihaknya memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera menanganinya. 

Meanwhile, mayor Rukmini said the unprosperous people will make a social conflict, such as a damaged roads will be a trigger of a conflict. Therefore, she command Public Work Agency to handle that problem.

Demikian juga Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), harus memberikan layanan untuk UMKM agar bisa menekan angka pengangguran dengan memunculkan lapangan pekerjaan. “Semua SKPD, dalam hal kesejahteraan bisa terpadu dalam menangani konflik sosial dengan baik,” ujar wali kota. 

So as in serving SMEs to reduce uneployment and to create job vacancy. “to all working units, I hope we can coordinate to handle social concflicts,” said the mayor.

Rukmini mengapresiasi pertemuan rakor ini sehingga dapat memantapkan langkah tim berperan aktif untuk menjaga kondusifitas Kota Probolinggo. “Saling bersinergi, berkoordinasi. Alhamdulillah Kota Probolinggo adem ayem tetapi tim harus tetap waspada. Para camat harus terus berjaga di wilayahnya agar bisa meminimalisir konflik,” tegasnya. 

Rukmini appreciate this meeting in keeping the security of Probolinggo city. “To synergize and to coordinate. Eventhough Probolinggo is secure but we have to be aware. All heads of subdistricts should keep their area safe,” said her.

Narasumber dalam acara tersebut Kasdim 0820 Mayor Inf Teguh Hery Wignyono membawakan materi tentang langkah antisipasi ancaman keamanan terhadap kesatuan keutuhan Republik Indonesia. Sedangkan Kasat Intel Polres Probolinggo Kota AKP Darto Darmawan mengupas strategi penghentian kekerasan fisik. 

The speaker in this meetingg talked about the step to face security thread for the unity of Indonesian republic and the strategy to face physical abuse.

Kasat Darto menekankan kembali diberlakukannya tamu wajib lapor 1×24 di lingkungan RT. “Saya mengimbau ketua RT sebagai ujung pemerintahan untuk turun ke bawah (turba) ke masyarakat dan melakukan pendekatan untuk menghindari adanya gejolak yang terjadi,” katanya. Rakor di Puri Manggala Bhakti siang itu, dihadiri Kepala PN Danardono, perwakilan FKPD dan kepala SKPD di lingkungan Pemkot Probolinggo. 

Kasat Darto, as the speaker also talked about the the guest should make a report to the head of neighbourhood (RT). “I really wanted all RT approaching their people to avoid the conflicts,” said him. This meeting is also attended by the head of district court Danardono, the representatives of FKPD and the head of working units.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.