Peringati OTODA, OPD Harus Tingkatkan Kinerja

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat memberikan sambutan pada upacara peringatan hari Otoda (Foto: Welly/Humas dan Protokol)
image_pdfimage_print

BANYUWANGI – Peringatan Hari Otonomi Daerah (OTODA) Nasional ke XXIII dilaksanakan di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (25/4). Rangkaian peringatan Hari OTODA kali ini, diawali dengan upacara dan malam harinya dilanjutkan Penyerahan Penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha.

Pagi itu, upacara peringatan Hari OTODA dengan tema “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia Yang Lebih Baik melalui Penyelenggaraan OTODA yang Kreatif dan Inovatif”  digelar di Stadion Diponegoro Penganjungan.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampaikan apresiasinya terutama kepada Pemerintah Daerah, masyarakat khususnya Jawa Timur dan Banyuwangi yang telah menyelenggarakan acara-acara yang berkaitan dengan hari OTODA. Ada tiga hal prinsip yang berubah secara drastis setelah diberlakukannya kebijakan desentralisasi dari OTODA.

Pertama, OTODA secara nyata telah mendorong budaya demokrasi di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Kedua, OTODA telah mampu menumbuhkan bakat kebebasan, berserikat serta mengemukakan pikiran secara terbuka bagi seluruh masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dan turut serta membangun daerahnya. Ketiga, dengan desentralisasi yang telah berjalan selama ini berbagai kebijakan yang menyangkut untuk kepentingan masyarakat tidak lagi melalui proses yang cukup panjang dan berbelit-belit tetapi lebih efesien dan responsif.

“Kebijakan desentralisasi pemerintah daerah memberikan kewenangan yang cukup luas dalam mengelola potensi ekonomi yang ada di daerahnya. Dengan demikian berbagai aktivitas ekonomi daerah tumbuh dengan pesat. Perkembangan OTODA kali ini, posisi masyarakat bukan hanya konsumen pelayanan publik, tetapi dituntut untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),” jelas Tjahjo Kumolo.

Semua ASN di daerah harus mampu memberikan kualitas pelayanan publik yang lebih baik sebagai wujud pelaksanaan reformasi birokrasi di daerah baik provinsi, kabupaten dan kota.  “Pemerintah Daerah harus dapat beradaptasi dengan kepentingan masyarakat. Kawal OTODA agar di isi dengan kegiatan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dan meningkatkan SDM sesuai dengan kegiatan kreatif dan inovatif,” kata Mendagri.

Pada kesempatan itu, Mendagri Tjahjo Kumolo menyerahkan penghargaan kepada pemerintah daerah yang berkinerja terbaik secara Nasional berdasarkan hasil evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2018 terhadap laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2017. Kemendagri menetapkan tiga provinsi yakni Provinsi Jawa Timur, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta 10 Kabupaten dan 10 Kota berprestasi kinerja tertinggi secara Nasional.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Probolinggo, Muhammad Soufis Subri yang hadir dalam upacara tersebut menyampaikan OTODA ini berjalan dengan baik dan maksimal. Sesuai dengan arahan Mendagri yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat, bahwa pemerintah daerah harus mempelajari detail antara kewenangan pusat dan daerah.

“Saya berharap dengan kepemimpinan yang baru, Kota Probolinggo lebih baik terkait masalah otonomi daerah. Yaitu dengan cara mencoba untuk memperbaiki, bersih, transparan dan memberikan pelayanan yang terbaik, mudah dan cepat bagi masyarakat,” harap Subri.

Kabag Pemerintahan Setda Kota Probolinggo, Ina Lusilinawati menyampaikan penilaian kinerja Pemerintah daerah ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Karena semua OPD adalah kunci dari penilaian kinerja tersebut.

”Saya berharap Kota Probolinggo lebih baik. Semoga di tahun depan Kota Probolinggo bisa meraih penghargaan. Bukan hanya penghargaan dan piagam saja yang kita upayakan melainkan kinerja OPD yang harus di tingkatkan,” ujarnya.

Rangkaian acara berikutnya, tepatnya di  Kantor Bupati Banyuwangi sekitar pukul 19.30 WIB digelar kegiatan malam apresiasi dengan sholawatan bersama dan pentas budaya. Serta Penyerahan paket sembako dan santunan kepada anak yatin dan kaum duafa.

Plt. Dirjen OTDA Akmal Malik, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Pawaransa dan Bupati Banyuwangi beserta jajarannya yang telah memberikan dukungan dan bekerjasama sehingga pelaksanaan peringatan Hari OTODA ke XXIII 2019 dapat terlaksana dengan baik.

Apresiasi yang tinggi seluruh masyarakat Banyuwangi yang telah memberikan dukungan keberhasilan acara OTODA. “Kedepannya kita bisa menyempurnakan hal-hal yang belum kita optimalkan dalam kesempatan ini. Semoga semangat OTODA dapat kita jadikan momentum untuk menyongsong era Indonesia maju,” jelasnya. (noviati/humas)

Wakil Wali Kota Soufis Subri menghadiri upacara peringatan hari Otoda (Foto:Welly/Humas dan Protokol)