Lomba Burung Berkicau Gerakkan UMKM Lokal

Wawali Soufis Subri menyerahkan hadiah secara langsung kepada pemenang lomba jenis burung sogon didampingi panitia penyelenggara, Minggu (28/4) di Alun-alun Kota Probolinggo. (Foto: Rifki K,I/Humas dan Protokol)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Antusiasme peserta lomba burung berkicau Royal Festival 2 gelaran BnR Probolinggo di Alun-alun setempat, Minggu (28/4) begitu luar biasa. Sekitar 2000 peserta telah mendaftar memperebutkan 200 juara dari berbagai jenis dan kelas burung.

Panitia pun membenarkan jika dalam event tahunan ini, di tahun 2019 jumlah peserta membludak lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Surabaya, Malang, Jember.

Mega Guntara, dari BnR Probolinggo menegaskan, Royal Festival yang digelar selalu banyak diminati peserta karena penyelenggarannya fairplay. “Di lomba ini juga terjadi transkasi jual beli burung, mempererat persaudaraan dan tentu saja menjadi ajang silaturahim bagi kami,” ujarnya.

Masih menurut Mega, lomba burung berkicau ini juga diadakan untuk menggiatkan UMKM di Kota Probolinggo. Pasalnya, dengan semakin banyaknya kicau mania di Kota Probolinggo maka UMKM seperti pengrajin sangkar, peternak burung dan pedagang burung pun ikut merasakan dampaknya.

“Karena yang saya lihat sekarang semakin banyak sangkar burung yang dihasilkan UMKM dari Kota Probolinggo sendiri. Semua UMKM yang berhubungan dengan butung ikut tumbuh. Selain itu tentu saja kami ingin mempertahankan Kota Probolinggo tetap bestari,” tutur Mega.

Jenis burung yang dilombakan pagi itu antara lain love bird, konin, balibu, kenari, sogon, branjangan, murai batu, kacer, cendet, cucak hijau, punglor merah, anis kembang dan hwabi. Dari berbagai jenis ini dibagi ke beberapa kelas.  Kriteria penilaian lomba burung meliputi jenis suara, keindahan suara, fisik dan gaya. Setiap satu kali penilaian membutuhkan waktu antara 8-10 menit.

Wakil Wali Kota Mochammad Soufis Subri membuka event lomba burung. Wawali pun berkesempatan memberikan penilaian (sesuai hasil juri) pada lomba jenis burung Sogon yang dimenangkan peserta dari Jember.

“Dalam lomba ini membuktikan siapa yang terbaik dalam merawat dan melatih burung yang dimilikinya. Dan kami, Pemerintah Kota Probolinggo sangat mendukung kegiatan positif ini. Karena memang benar, selain dapat mempererat silaturahim, lomba ini dapat menggerakan sektor ekonomi yang ada,” terang Wawali Subri.

Wawali pun berharap lomba ini bisa menjadi potensi wisata daerah. “Oleh karenanya gelegar pelaksanaan lomba bisa dipromosikan secara lebih luas lagi supaya banyak yang datang ke Kota Probolinggo,” katanya. (famydecta/humas)