Seribu Penari Rodat Islami di Upacara Hardiknas

Pengibaran bendera upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah di Stadion Bayuangga (Foto : Rifki K I / Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Berbagai atraksi memukau di dalam rangkaian upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah di Stadion Bayuangga, Kamis (2/5) pagi. Salah satunya, Tari Rodat Islami yang dibawakan 1000 penari dari siswa SD/MI dan SMP di Kota Probolingo.

Tari Rodat Islami merupakan tembang dan tarian ucapan rasa syukur terhadap Allah SWT. Dengan melantunkan sholawat terhadap junjungan Nabi Besar Muhammad SAW karena beliau sebagai pendidikan tauladan yang penuh kasih sayang kepada segenap alam. Rasulullah pernah berpesan bahwa setiap muslim hendaknya menjadi pendidik dan menjadi orang yang di-didik “Tut Wuri Handayani”.

Seorang pendidik harus bisa memberikan dorongan dan arahan. Dengan penuh semangat dan ketulusan, sehingga terbentuknya insan dan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter Indonesia seutuhnya. Yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sejumlah penari pun menyematkan kalung bunga kepada Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri. Mereka juga membagikan bingkisan berisi tumpeng mini dan sejumlah aksesoris khas lainnya.

“Tarian ini sebagai tasyakuran dalam hardiknas dengan berbagi tumpeng mini dan buah-buahan. Sekaligus menyambut datangnya bulan Ramadan,” ujar pelatih tari Soviatun Fatimatuzzuhro dari Padepokan 22 Indonesia sekaligus guru SDN Triwung Lor 3.

Penari Rodat Islami usai menyerahkan kalung bunga ke wali kota dan wakil wali kota (Foto : Famy Decta / Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Selain membacakan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI serta Menteri Dalam Negeri, Wali Kota Habib Hadi menyampaikan Pemerintah Kota Probolinggo telah mendeklarasikan pendidikan gratis dan pendidikan berkualitas bagi sekolah negeri dan swasta.

“Tidak ada perbedaan pelayanan pendidikan yang berbeda baik dipinggiran atau di tengah Kota Probolinggo. Semua sama. Wali murid dan guru harus ikut memerhatikan perkembangan anak di era zaman seperti sekarang ini. Jangan sampai anak kita salah pergaluan dan merusak masa depannya,” ujar Habib Hadi.

“Kami akan melakukan langkah pasti untuk melindungi anak-anak kita. Tetapi untuk menerapkan itu kami butuh kebersamaan dari semua pihak,” sambungnya.

Dalam pemerintahannya, Habib Hadi sudah membuat kebijakan baru di dunia pendidikan. Kini yang tengah menjadi konsennya adalah masalah kesehatan. “Mohon doanya supaya rumah sakit baru di Kota Probolinggo bisa terwujud. Pendidikan sudah, tinggal kesehatan, pada tahun 2020 nanti insyaallah bisa terwujud,” tuturnya.

Di momen hardiknas, Pemerintah Kota Probolinggo juga tengah menyusun perwali tentang penyelenggaraan pendidikan antikorupsi pada satuan pendidikan jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan dasar. Perwali ini dibentuk untuk memberikan kepastian hukum tentang penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan baik dari PAUD hingga SD/MI dan SMP/MTs di Kota Probolinggo.

“Perwali ini bertujuan memberikan panduan bagi satuan pendidikan untuk merancang pengintegrasian materi antikorupsi ke dalam pembelajaran/intrakurikuler dan memberikan arahan kepada pihak penyelenggara pendidikan antikorupsi melalui pembinaan kokurikuler dan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar,” tutur wali kota dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Maskur menambahkan, materi pendidikan antikorupsi akan dimulai pada tahun ajaran baru 2019/2010 untuk jenjang pendidikan dasar dan SMP di mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dan Pendidikan Agama.

Pembelajaran ini merupakan instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. “Pendidikan antikorupsi ini agar anak-anak terbiasa melakukan pekerjaan secara jujur dan baik. Nanti kami akan memanggil khusus guru PPKn dan guru agama untuk sosialisasi. Perwali sudah selesai tapi masih di Bagian Hukum (Sekretariat Daerah Kota Probolinggo),” kata Maskur, saat ditemui usai upacara berlangsung. (famydecta/humas)

Stunning attractions were performed in a series of commemorative ceremonies on National Education Day and Regional Autonomy Day at Bayuangga Stadium on Thursday (2/5) morning. One of them is the Islamic Rodat Dance which is performed by 1000 dancers from elementary / MI and junior high school students in Probolingo city.

Rodat Islami dance is a song and dance that expresses gratitude towards Allah SWT. By reciting the prayer to the lord of the Great Prophet Muhammad SAW because he was a role model of full of love for all nature. The Prophet once advised that every Muslim should be an educator and be a person who is educated: “Tut Wuri Handayani”.

An educator must be able to provide encouragement and direction. With full enthusiasm and sincerity, so that the education and culture of human beings and ecosystems with full Indonesian character would be formed: a human who has faith and devotion to God Almighty.

A number of dancers pinned flower necklaces to Mayor Hadi Zainal Abidin and Vice Mayor Mochammad Soufis Subri. They also distributed gifts containing mini-cones and a number of other special accessories.

“This dance is a tribute to the National Education Day by sharing mini-cones and fruits as well as welcoming the coming of Ramadan month,” said dance coach Soviatun Fatimatuzzuhro from Padepokan 22 Indonesia and a teacher at SDN Triwung Lor 3.

In addition to reading the mandate of the Indonesian Minister of Education and Culture and the Minister of Home Affairs, Mayor Habib Hadi said that the Probolinggo Municipality has declared free education for public and private schools.

“There is no difference in education services either in the suburbs or downtown. Everything is the same. Parents and teachers must take into account the development of children in this era. Do not let our children go wrong and damage their future,” said Habib Hadi.

“We will take certain steps to protect our children. But to implement that, we need togetherness from all parties,” he continued.

In his government, Habib Hadi had made a new policy in the world of education. Now the center of concern is health problems. “Please pray that a new hospital in the city can be realized. Education, living in health, in 2020, God willing, can be realized as well,” he said.

At the moment of the National Education Day, the municipality was also drafting a regulation on the implementation of anti-corruption education in the education unit for early childhood education (PAUD) and elementary education. This pilot was formed to provide legal certainty regarding the implementation of education in educational units both from PAUD to SD / MI and SMP / MTs in the city.

“This pilot aims to provide guidance for education units to design the integration of anti-corruption material into learning / extracurricular and provide guidance to the organizers of anti-corruption education through co-curricular and extracurricular training in education units at the elementary education level,” said the mayor in his speech.

Meanwhile, Head of the Education, Youth and Sports Agency Maskur added, anti-corruption education material will begin in the new academic year 2019/2020 for elementary and junior high school levels in the subjects of Pancasila and Citizenship Education (PPKn) and Religious Education.

This learning is an instruction from the Indonesian Ministry of Education and Culture. “This anti-corruption education is performed so that children are used to doing work honestly and well. Later we will specifically call PPKn teachers and religious teachers for dissemination. The Mayor Regulation has finished but is still in the Legal Affairs Department (Probolinggo City Regional Secretariat),” said Maskur, when met after the ceremony took place.