Gelar Apel, Wali Kota Diwaduli Warga

Wali Kota Habib Hadi menyematkan rompi sebagai identitas kepada juru parkir (Foto : Agus / Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Apel sinergitas penataan kawasan tertib lalu lintas di kawasan Pasar Baru digelar oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo. Dipimpin Wali Kota Hadi Zainal Abidin, apel yang melibatkan Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo Kota, juru parkir, Dishub dan Satpol PP itu berlangsung lancar.

Apel dipinggir jalan itu pun menjadi perhatian warga, Kamis (2/5). Wawali Mochammad Soufis Subri, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Achmad Sudiyanto, Kepala Dishub Sumadi, Kepala Satpol PP Agus Efendi dan Kepala Dinas PUPR Amin Fredy hadir pagi itu.

Penataan rekayasa lalu lintas dilaksanakan sejak 18 Februari lalu, Dishub bersama pihak terkait. Rekayasa lalu lintas di kawasan Pasar Baru dan sekitarnya. Seperti diketahui, Jalan Cut Nyak Din – Jalan Siaman – Jalan Panglima Sudirman yang menjadi langganan macet. Apalagi jalan tersebut merupakan pusat lalu lintas jalur Jawa – Bali.

Kemacetan semakin bertambah akibat dampak dari relokasi pedagang Pasar Baru yang berjualan dipinggir jalan. Sedangkan pembangunan Pasar Baru masih akan dilaksanakan pada beberapa bulan mendatang.

“Tentunya perlu ditumbuhkan komitmen bersama untuk penyediaan kawasan lalu lintas ini. Sampai sekarang ujicoba rekayasa lalu lintas, pengaturan parkir dan bongkar muat sehingga dapat menata jalan dengan lancar. Terima kasih atas dukungan seluruh masyarakat, khususnya pemilik toko dan pedagang untuk meningkatkan pelayanan Kota Probolinggo yang indah dan tertib,” jelas Wali Kota Habib Hadi.

Pada kesempatan itu, wali kota juga berpesan kepada petugas jukir melakukan tugas secara baik dan profesional, taat pada aturan. Jangan menarik retribusi di luar kewenangan karena sudah diberi gaji oleh Pemerintah Kota Probolinggo.

Dengan jumlah aparat yang terbatas maka capaian belum maksimal, namun karena adanya kerja sama semua pihak maka sinergi lintas sektor tercipta kondisi tertib. Kondisi ini tidak akan terpelihara tanpa dukungan semua komponen. Petugas pun diharapkan tidak membatasi diri untuk memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat.

Pada kesempatan itu, Habib Hadi menyematkan rompi kepada empat jukir secara simbolis. Rompi seragam itu sebagai identitas 198 jukir yang tersebar di 72 lokasi yang ada di Kota Probolinggo.

Ketika seremonial telah digelar, tetiba seorang ibu berlari dan melawan hadangan petugas. Ia memaksa untuk bisa berbicara dengan wali kota. Saat Habib Hadi membalikkan badan, ia pun meminta petugas membiarkan perempuan berkacamata menyampaikan uneg-unegnya.

Salah satu warga pemilik toko Juli Jaya di Jalan Panglima Sudirman di depan Pasar Baru menyampaikan uneg unegnya kepada Wali Kota Habib Hadi (Foto : Agus / Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Perempuan itu bernama Titik, pemilik toko Juli Jaya di Jalan Panglima Sudirman di depan Pasar Baru. Ia mengeluhkan pengalihan parkir yang tidak diperbolehkan di depan tokonya sampai beberapa meter ke timur. Aturan itu diberlakukan untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di lokasi tersebut.

Titik pun sudah melaporkan apa yang dialami ke DPRD. “Saya dihalang-halangi akses parkir untuk pelanggan saya. Ya, Bapak bisa bayangkan sendiri. Memang sudah ada sosialisasi, tapi saya sudah sampaikan keberatan,” jelas Titik dengan nada terbata-bata dihadapan Habib Hadi.

Sembari mendengar penjelasan dari Titik dan beberapa pemilik toko lain, Habib Hadi mencoba menenangkan mereka. Menurut wali kota, aturan yang diterapkan ini agar lalu lintas menjadi lancar. Relokasi pasar sudah berjalan maka para pedagang banyak yang turun ke jalan. Untuk itu, pemerintah kota membuat aturan agar tidak menganggu lalu lintas.

“Kami berupaya memberikan pembelajaran, pengertian dan penyusunan kebijakan ini tidak instan tetapi ada persetujuan juga dari dewan dan pemerintah kota. Ini sudah berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan,” tegas Habib Hadi.

“Memang semua kebijakan tidak semuanya bikin nyaman. Soal pemberlakuan jalur akan kami evaluasi dan bahas bersama dengan kepolisian, Dishub dan masyarakat. Semua apa yang disampaikan kami tampung,” lanjut mantan anggota DPR RI ini. (famydecta/humas)