Berharap Bisa Membangun RPH di Tiap Kelurahan

image_pdfimage_print

 

Rumah Potong Hewan Unggas (RPH-U) yang berlokasi di jalan M. Rizal Kelurahan Sumber Taman Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo bakal segera dioperasikan, menyusul peresmian yang dilakukan oleh Wali Kota Probolinggo Rukmini, Senin (17/4). 

Pembangunan RPH ini merupakan komitmen pemerintah untuk menyediakan daging unggas khususnya ayam yang ASUH (aman, sehat, unggul dan halal) bagi masyarakat Kota Probolinggo dan sekitarnya. Pemerintah melalui Disperta dan Ketahanan Pangan mendirikan bangunan ini di tahun 2016. Pemotongan yang akan dilakukan di RPH-U ini sudah mempunyai standart operasional prosedur (SOP) untuk jaminan daging ayam yang ASUH. 

Selain itu RPH-U juga sudah memenuhi syarat minimal yang telah ditetapkan pemerintah. Adapun sarpras penunjang yang dimiliki bangunan ini antara lain yaitu kantor, kios, kandang penampungan ayam, tempat parkir, ruang ganti, kamar mandi, mushalla, ruang produksi system cluster dan semi modern, cold storage, ipal, penjemuran bulu, ruang disposal dan tersedia juga peralatan pemotongan verser dan alat angkut roda tiga berpendingin.

Kabid Keswan dan Kesmavet pada Disperta dan Ketahanan Pangan setempat, Retno Wandansari menuturkan tujuan di bangun rumah potong hewan ini selain karena kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam sangat besar yakni  10 – 15 ton/hari juga sebagai upaya penjaminan higiene sanitasi, penjaminan produk daging unggas serta pengendalian dan penanggulangan penyakit zoonosis. 

“Sesuai undang-undang peternakan dan kesehatan hewan no 18 th 2009 pasal ke 61 bahwa setiap daging yang diedarkan ke masyarakat harus di potong di RPH. Maka, Pembangunan RPH-U ini jadi sangat penting karena selama ini daging ayam yang beredar di masyarakat masih di potong di rumah-rumah dengan kondisi yang tidak memenuhi syarat. Diharapkan dengan adanya RPH-U daging ayam yang dihasilkan memenuhi syarat ASUH, selain itu keberadaannya bertujuan mencegah penyakit hewan menular pada manusia (zoonosis) dan mengurangi pencemaran lingkungan,” kata Retno.

Wali Kota Rukmini yang membuka serta meresmikan RPH-U pagi itu berharap dengan keberadaan RPH-U ini para pengusaha pemotongan unggas tidak lagi membuang limbahnya ke sungai. Yang pada akhirnya menjadi kendala karena diprotes warga. Tidak hanya pengusaha pemotongan unggas saja, tapi pengusaha hewan ternak juga demikian. 

“Dengan pembangunan RPH-U ini menandakan pemerintah berkomitmen untuk meminimalisir usaha-usaha rakyat (pemotongan hewan) yang mendapat kendala atau protes warga karena limbahnya yang di buang langsung ke sungai/ipalnya belum memenuhi standart. Untuk Pak lurah jika di wilayahnya ada warganya pengusaha pemotongan unggas tolong diarahkan di kesini,” katanya. 

Secara simbolis wali kota memakaikan seragam kepada para pemotong unggas di RPH-U, penandatanganan prasasti, serta cek lokasi bangunan RPH-U. (rizameinita/humas)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.