Peringkat Ketujuh Pendonor Terbanyak di Jatim 

image_pdfimage_print

Wali Kota Probolinggo Rukmini menyerahkan piagam penghargaan kepada tujuh orang sukarelawan (pelaku donor darah) PMI yang telah melakukan donor darah seratus kali atau lebih. Di antara nama peraih piagam ada Imanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Probolinggo. Wali kota juga menyerahkan piagam untuk sukarelawan 50 kali, 25 kali, dan 10 kali. Selain untuk perseorangan, beberapa SMA dan kelurahan juga mendapatkan penghargaan sebagai lembaga yang secara rutin tiap tiga bulan menyelenggarakan donor darah.

Penghargaan tersebut diserahkan saat cangkruan di halaman Museum Probolinggo, Kamis (20/4). Dalam kesempatan itu, Rukmini menyampaikan bahwa Kota Probolinggo merupakan daerah yang memiliki banyak pendonor di Jawa Timur. “Kota Probolinggo menempati peringkat tujuh di Jawa Timur pendonor darah terbanyak se Jawa Timur. Padahal jumlah penduduk kita itu salah satu yang terkecil di Jawa Timur. Saya sangat bangga akan hal itu,” ungkapnya. 

Beberapa warga menyampaikan keluhannya dalam kesempatan itu. Di antaranya, terkait Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Mastrip sampai RTH Kedopok yang cenderung gelap. Lokasi Unit Donor Darah (UDD) yang tertutup oleh klinik PMI sehingga banyak sukarelawan baru yang bingung lokasi UDD. Ada juga warga yang mengeluhkan peralatan PMI yang tidak memiliki pemisah trombosit, padahal sangat diperlukan oleh pasien demam berdarah.

Menyikapi keluhan warga soal PJU, wali kota memerintahkan Kepala Dinas Sumadi untuk menjelaskan. Sumadi mengakui memang anggaran pemeliharaan untuk tahun ini turun drastis dari Rp 600 jutaan, menjadi Rp 60 jutaan. Kerusakan PJU juga banyak diakibatkan oleh pencurian. “Saya harap, masyarakat melapor ke kami kalau ada orang yang tidak berseragam membongkar box PJU. Setelah kita cek PJU yang mati-mati itu banyak sekali ternyata komponen yang hilang,” terang Sumadi.

Terkait dengan Kantor PMI, wali kota menginformasikan kalau eks kantor Pemberdayaan Masyarakat akan dialihkan menjadi UDD PMI. Sementara terkait dengan alat pemisah trombosit, ia menginformasikan kalau itu masuk anggaran Dinas Kesehatan. “Semoga tahun ini bisa terealisasi. Kita punya alat untuk pemisah trombosit, sehingga warga tidak perlu ke luar kota lagi untuk mencari stok trombosit,” info Rukmini. (abdurhamzah/humas)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.