Ada Kampung Dora di Kota Probolinggo, Begini Kata Wawali 

Wawali Mochammad Soufis Subri saat meninjau Kampung Dora, Kecamatan Kademangan, Sabtu (11/5) malam. (foto: Rifki K.I/humas dan protokol setda kota probolinggo)
image_pdfimage_print

KADEMANGAN–Warga Perumahan Bumi Yuangga, RW 4 Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo punya cara sendiri untuk berbagi di bulan Ramadan. Yakni, dengan menggelar donor darah untuk membantu Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo memenuhi stok darah di bulan suci ini.

Ini adalah salah satu kampung tematik di Kecamatan Kademangan, yaitu Kampung Dora (Donor Darah). Aktivitas warga kampung Dora itu pun diapresiasi Pemerintah Kota Probolinggo.

Sabtu malam (11/5), Wakil Wali Kota Mochammad Soufis Subri meninjau langsung aktivitas donor darah tersebut di kampung Dora. Wawali datang usai menjalankan salat tarawih.

Di halaman Masjid Al Ikhlas di Jalan Himalaya, donor darah dan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan usai jamaah menunaikan salat tarawih. Pemeriksaan gratis meliputi tensi darah, cek gula darah, pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar perut.

Donor darah dan pengecekan kesehatan bukan kali pertama dilakukan di kampung setempat. Warga sudah melaksanakan sejak 2017 silam, dengan interval waktu selama dua bulan sekali.

Setahun, da lima kali donor darah ditambah dua kali yang dilaksanakan secara kondisional. Jadi, total setahun, ada tujuh kali donor darah.

Jumlah warga yang bisa mendonorkan darahnya pun bervariatif. “Biasanya yang daftar donor lebih dari 50 orang. Yang lolos sekitar 40 ke atas. Gagalnya biasanya, karena HB atau tekanan darah terlalu rendah,” ujar Koordinator Kampung Dora, Agus Junantoro.

Menurut Agus, seharusnya donor darah dilaksanakan pada April. “Setelah kami berkoordinasi dengan PMI, biasanya saat Ramadan stok darah menipis, jadi kami undur sekarang ini. Biar stok darah tetap bisa terpenuhi,” imbuh Agus, yang juga mantan Ketua RW 4.

Kampung Dora tidak membatasi aksi sosial itu hanya untuk warga RW 4 Kelurahan Triwung Lor saja. Ia pun sudah mempublikasikan kegiatannya melalui media sosial seperti whatsapp group (WAG), majelis taklim, posyandu dan dasa wisma. “Semua boleh ikut. Kami persilakan,” ucapnya, saat ditemui di sela kegiatan.

Malam itu, Wawali Subri berinteraksi dengan pendonor darah dan warga yang memeriksakan kesehatannya. Subri pun berdialog dan membagikan kurma kepada para pendonor. Wawali malam itu didampingi Camat Kademangan Pujo Agung Satrio dan Lurah Triwung Lor Yanuar Puji Sulistyo.

Wakil Habib Hadi Zainal Abidin ini menyatakan, Kampung Dora adalah kegiatan rutin yang sudah dilakukan secara sukarela oleh warga. “Ini kegiatan bottom to up (dari bawah ke atas). Artinya, murni dari kreatifitas masyarakat. Jadi, pemerintah harus hadir memberikan pendampingan, memberikan semangat donor darah sehingga stok darah di Kota Probolinggo tetap aman,” kata Subri.

Wawali pun berharap, kegiatan yang sudah masuk dalam kampung tematik ini dapat ditiru oleh kecamatan lain. Sebab ada beberapa manfaat sekaligus. “Mengena di dimensi agama, berpahala. Dimensi sosial dan dimensi edukasi, mengajari orang-orang bahwa darah punya ciri-ciri, karakter, fungsi sesuai jenisnya masing-masing,” terangnya.

Sementara itu, Arvin Cahyono, salah seorang warga RW 4 mengaku sangat setuju dan mendukung kegiatan di lingkungannya tersebut. “Ini kegiatan yang sangat baik, yang dilakukan secara rutin sehingga nama lingkungan kami terangkat. Saya berharap daerah lain juga bisa menyelenggarakan aksi sosial semacam ini,” ungkapnya. (famydecta/humas)