Hari Kartini Simbol Kesetaraan Gender 

image_pdfimage_print

Jumat (21/4), Pemerintah Kota Probolinggo mengelar upacara memperingati Hari Kartini di depan Kantor Wali Kota. Dalam sambutannya, Wali Kota Rukmini mengingatkan peringatan Hari Kartini sebagai hari penghormatan atas wujud perjuangan kaum hawa, sebagai simbol kesetaraan gender dan emansipasi  perempuan. 

“Perayaan ini selayaknya mengandung makna mendalam mengenai emansipasi perempuan dan mengingatkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk terus konsisten memperjuangkan keadilan gender,” katanya.

Rukmini juga berharap dengan momen ini, dapat semakin memperkuat dan memperluas pemberdayaan perempuan Indonesia maupun dunia secara luas, memperkuat advokasi dan aksi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan formal dan lebih jauh lagi adalah peningkatan kualitas hidup perempuan.

“Dengan semangat Kartini yang menjadi inspirasi, perempuan bisa mengenyam pendidikan  setinggi-tingginya dan bahkan perempuan juga bisa menjadi pemangku jabatan penting di sebuah perusahaan, instansi, daerah dan negara,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan ini, wali kota menyerahkan piagam penghargaan kepada 8 (delapan) perusahaan industri yang memberikan data statistik akurat dan tepat waktu , pemenang lomba mendongeng tingkat SD/MI Se-Kota Probolinggo, penyerahan simbolis biaya honorarium pelaksana kegiatan bagi PTT pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Probolinggo, penerima Tunjangan Hari Tua (THT) dan Pensiun Pertama Bulan Mei tahun 2017.

Upacara yang dipimpin wali kota ini diikuti perwakilan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota TP. PKK, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) , anggota Persatuan Istri Tentara (Persit), anggota Bhayangkari. Sebagai rangkaian peringatan Hari Kartini, usai upacara dilanjutkan lomba memasak nasi goreng yang diikuti oleh semua Kepala OPD. (noviati/humas)

 

On Friday (21/4), Prooblinggo Municipality held a ceremony commemorating Kartini Day at the mayor’s office. In her speech, Mayor Rukmini recalls the ceremony as an honor, a symbol of gender equality and women emancipation.

“This ceremony has a deep meaning relating to women emancipation and reminds us to keep being consistent to fight for justice in gender,” she said.

Rukmini also hopes that this moment could strengthen and expand women empowerment in Indonesia and abroad, to strengthen advocacy and real action in improving the quality of formal education and moreover improving the life quality of women.

“With the spirit of Kartini who becomes our inspiration, women can have education and now they can have important position in companies, institutions, in region or in a country,” Rukmini said.

In this opportunity, the mayor handed over an award to eight industrial companies who has given accurate statistic data, the winner of story telling of elementary schools, the wage for freelance employees in General Affairs Department, and pension salary for May 2017.

The ceremony led by the mayor was participated by all working units, the member of TP PKK, Dharma Wanita, the member of Persit (wives of Indonesian army TNI), and the member of Bhayangkari (wives of Indonesian police). Soon as the ceremony ended, the event was continued by a contest of cooking fried rice participated by all head of working units.(translator:alfienhandiansyah)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.