Studi Referensi Inflasi ke TPID Denpasar

image_pdfimage_print

 

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Probolinggo melakukan studi referensi ke TPID Kota Denpasar, Provinsi Bali. Ini tidak terlepas dari prestasi TPID Kota Denpasar sebagai TPID terbaik nasional tahun 2015. Melalui kunjungan ini diharapkan ada informasi yang diperoleh terkait pengendalian inflasi 

Selasa, (18/4) rombongan TPID setempat dipimpin Sekda Johny Haryanto diterima oleh Kepala Bidang (Kabid) Metrologi dan Tertib Niaga Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Jarot Agung Iswahyudi. Acara di Gedung Wanita Santhi Graha, Kota Denpasar ini juga dihadiri Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Malang, Dudi Herawadi dan Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Teguh Setiadi. 

Johny dalam kesempatan itu menyampaikan tujuan TPID Kota Probolinggo mengunjungi TPID Kota Denpasar. “Maksud dari kunjungan kami guna mendapatkan informasi dan ilmu TPID Kota Denpasar. Kami sudah sering membaca keberhasilan TPID Pemkot Denpasar yang prestasinya sudah tingkat nasional. Itu yang belum kami realisasikan (capai),” ungkap sekda.  

Jarot menyampaikan sebenarnya tidak ada hal khusus yang dilakukan oleh TPID dalam pengendalian inflasi di Kota Denpasar. “Tidak ada kiat-kiat khusus yang kami miliki. Justru peran BI cukup besar dalam pengendalian inflasi di Kota Denpasar. TPID terbentuk tiga tahun lalu. Seperti daerah lain, kita mengadakan pasar murah, monitoring harga, menginformasikan harga ke publik serta selalu bersinergi dengan BUMN seperti Bulog,” terangnya. 

Ia menambahkan, Pemkot Denpasar selalu berupaya merevitalisasi pasar tradisional. “Kami terus berupaya merevitalisasi pasar tradisional di Denpasar. Setiap tahun kami mendapat dana Rp 6,5 M – Rp 7 M dari pemerintah pusat. Tidak hanya fisik, kami juga memperhatikan SDM pasar. Kami menyelenggarakan sekolah pasar bagi anak-anak pedagang yang dipandu untuk menjadi pedagang yang mumpuni,” tambah Jarot.

Sementara itu, Dudi Herawadi menginformasikan kondisi inflasi Kota Probolinggo. “Dari dua puluh enam daerah yang dihitung inflasinya, Kota Probolinggo terendah ketiga. Ini sangat menggembirakan. Inflasi hanya berada di angka kurang dari satu digit, yaitu 0,99 persen. Bulan Maret ini terjadi deflasi 0,29 persen, “ ungkap Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Malang itu.

Sementara itu, Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Teguh menginformasikan kondisi pangan di Bali. Menurutnya, jumlah wisatawan sangat mempengaruhi defisit pangan di Bali. 

“Jumlah penduduk di Pulau Bali sekitar 4,2 juta jiwa. Sementara produksi pangan mampu memenuhi kebutuhan 4,5 juta penduduk. Akan tetapi, jumlah wisatawan yang masuk Bali mencapai 12 juta orang. Permintaan daging sapi banyak dipengaruhi kunjungan wisatawan, sehingga daging sapi mengalami defisit di Bali,” ujarnya. (abdurhamzah/humas)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.