Disidak, Kualitas Daging Layak Konsumsi

Wali Kota Habib Hadi yang didampingi oleh oleh kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan saat sidak, Selasa (21/5) pagi. (Foto: Famy Decta / Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

PROBOLINGGO – Warga Kota Probolinggo tidak perlu khawatir dengan kualitas daging sapi dan ayam yang beredar di pasaran. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menjamin kondisi tersebut melalui pengawasan dan pengujian (uji borax dan kebusukan) yang dilakukan rutin selama dua minggu sekali.

Untuk membuktikannya, Wali Kota Hadi Zainal Abidin sempat ikut mengecek kualitas daging di Pasar Baru, Selasa (21/5) pagi. “Saya percaya kalau di Kota Probolinggo, insyaallah semua pedagangnya jujur. Tidak menjual daging yang tidak layak konsumsi. Kalau harga bagaimana?,” tanya wali kota ke Koko, pedagang sapi Elka Jaya.

Menurut pedagang, harga daging masih cenderung normal. Di kisaran harga Rp 110 ribu per kilogram untuk kualitas bagus, sedangkan kualitas biasa antara Rp 85 ribu sampai Rp 100 ribu. “Naiknya nanti H-1, karena permintaan banyak daging sedikit. Jadi dinaikkan sedikit untuk THR,” jawab Koko.

Menariknya, Wali Kota Habib Hadi justru memberikan tips ke pedagang sapi yang mengeluh pernah kena hipnotis saat membeli sapi di luar kota. Koko juga tidak berani memperkirakan sapi sendiri karena kerap merugi. Ia lebih memilih ke RPH (Rumah Pemotongan Hewan).

“Gini lho caranya, kaki depan dua sapi itu sampean dekatkan gini, terus setelah itu sampean ukur depannya, diamaternya. Ketemu sudah itu berapa perkiraannya,” kata Habib Hadi sambil mempraktekkan apa yang ia sampaikan. Wali kota mengaku tahu tips tersebut karena dulu pernah berkutat dengan perdagangan sapi.

Diketahui, ada empat pedagang di Pasar Baru yang jagal sapi sendiri di RPH; sedangkan di Pasar Wonoasih hanya satu jagal. Kebanyakan pedagang daging di kota ini membeli tengkulak dari Kota dan Kabupaten Probolinggo. Dalam satu hari sebanyak 1,5 ton daging yang beredar di pasar.

Sementara itu, dari hasil tes Reagen Aber untuk mengukur kebusukan dan PH, kepada puluhan pedagang, tim tidak menemukan daging tak layak jual. “Alhamdulillah sidak daging sapi dan ayam hasilnya bagus, tidak ada yang tidak layak untuk dimasak oleh masyarakat. Setelah dicek dengan PH dan kebusukan tidak ada yang melebihi dari 7,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sukarning Yuliastuti.

Ya, jika ukuran daging kurang dari angka 7 masih bisa dikonsumsi. Apabila sudah lebih dari 7 tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat. “Sebenarnya dengan kasat mata sudah kelihatan jika daging itu sudah tidak layak. Jangan membeli daging yang berwarna kehitaman, beli daging warna merah meskipun harganya agak tinggi,” imbuh Ning-sapaan akrabnya.

Ning berharap kepada semua masyarakat Kota Probolinggo membeli daging yang memang segar. “Karena jika mengkonsumsi daging jelek, bisa membuat sakit perut atau timbul penyakit lainnya, karena sudah ada bakteri yang didalamnya,” jelasnya.

Tim sidak pagi itu antara lain Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan; DKUPP; Dinas Kesehtaan; Polres Probolinggo Kota, MUI, Lembaga Perlindungan Konsumen, Satpol PP. (famydecta/humas)