4.391 Usaha Belum Melaksanakan OSS

Kanigaran-Dari 5.530 pelaku usaha di Kota Probolinggo, baru 1.139 yang sudah melaksanakan OSS (Online Single Submission). Bagian Administrasi Perekonomian melakukan evaluasi pelaksanaan OSS ini. Tujuannya untuk mengetahui permasalahan para pelaku usaha, serta hambatan yang dialami mereka dalam pelaksanaan OSS.

Evaluasi ini digelar pada Selasa (21/5), di gedung Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo. Sekitar 300 orang pelaku usaha dan Kadin (kamar dagang dan industri) dihadirkan, guna diberikan pemahaman tentang pengendalian pelaksanaan penanaman modal. Samsul Arifin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi Jawa Timur menjadi narasumber kegiatan tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Wawan Sugiantono, kegiatan tersebut diharapkan mampu membuat para pelaku usaha mau mendaftarkan usahanya melalui online. “Ini dalam rangka percepatan dan peningkatan penanaman modal dan berusaha. Dalam OSS ini, seluruh perizinan mulai dari tingkat pusat hingga daerah menjadi satu kesatuan dan saling mendukung, sehingga proses perizinan lebih mudah dan cepat,” ungkapnya.

Sejumlah 4.391 perusahaan yang belum/tidak mendaftar OSS inilah yang akan menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha serta diberikan solusi atas permasalahan tersebut. OSS ini juga mempunyai banyak manfaat seperti mempermudah pengurusan berbagai perizinan, memfasilitasi pelaku usaha untuk terhubung dengan semua stakeholder.

Selain itu, OSS juga untuk memfasilitasi pelaku usaha untuk menyimpan data perizinan dalam satu identitas berusaha (NIB) dan juga menjamin legalitas produk yang di produksi para pelaku usaha. “Untuk itu saya berharap, setelah mengikuti kegiatan ini para pelaku usaha di Kota Probolinggo tidak ragu dan semakin banyak yang mendaftarkan usahanya melalui OSS,” jelas Ahmad Sudianto Asisten Perekonomian dan Pembangunan yang pagi itu hadir membuka acara.

Ia juga berharap hal tersebut dapat menarik dan memunculkan para investor baru sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kota Probolinggo. “Oleh karena itu, para pelaku usaha diharapkan bisa menyampaikan hambatan dan permasalahan yang terjadi baik sebelum maupun setelah mendaftar perizinan melalui OSS. Nantinya OPD teknis terkait akan membantu melakukan pendampingan dan dukungan serta memfasilitasi para pelaku usaha dalam pelaksanaan OSS,” pungkasnya. (Malinda/Humas)