Dinkes Bakal Perketat Pengawasan

Wakil Wali Kota Soufis Subri saat melakukan sidak mamin di pusat oleh-oleh Ketapang, Kota Probolinggo (Foto : Rifki K I/Humas Dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

PROBOLINGGO – Sama seperti Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Wawali Mochammad Soufis Subri pun menemukan makanan minuman kedaluwarsa. Yang menjadi jujukan sidak wawali yakni kawasan terminal Bayuangga, Pusat oleh – oleh Ketapang, Swalayan 89 dan Toko Ratna, Selasa (21/5).

Kunjungan pertama dilakukan di pusat pertokoan di dalam terminal, wawali mengecek beberapa mamin yang dijual. Bahkan, untuk mengetahui kondisinya, wawali mengecek secara detail makanan snack dan minuman yang dipajang. Subri menemukan produk mamin diluar ketentuan yaitu mamin yang kedaluwarsa, tidak ada tanggal kemasan rusak dan tidak ada kode PIRTnya.

Kunjungan berikutnya, wawali meninjau pusat oleh – oleh, Subri kembali menemukan mamin kedaluwarsa. Sedangkan kunjungan ketiga Subri ke swalayan di kawasan Perumahan Kopian, hanya mendapati produk mamin yang kadaluarsa. Namun, di kunjungan keempat, di toko Ratna, Subri tidak mendapati mamin yang kondisinya tidak layak jual.

Wawali mengungkapkan secara umum yang banyak temuan yaitu makanan yang kedaluwarsa, tidak ada tanggal kedaluwarsanya, belum ada PIRT dan makanan yang mendekati masa kedaluwarsa. Sidak ini sifatnya hanya pembinaan yang nantinya akan dilakukan pembinaan oleh Dinas Kesehatan Kota Probolinggo. Tapi, kedepan pasti akan ada tindakan lebih konkrit yang akan bekerjasama dengan instansi vertikal agar pembinaan ini ada efek jera.

“Kami berharap masyarakat harus jeli untuk melihat barang yang akan dibeli, tidak hanya membebankan kewajiban itu kepada pedagang dan untuk pedagang harus teliti mengecek barang – barangnya, termasuk harus kritis menerima barang dari distributor kalau waktunya sudah mepet kedaluwarsa agar barang tersebut tidak diterima,” imbau Subri.

“Insyaallah, nanti akan ada sidak lanjutan yang akan dilakukan secara rutin karena tujuan sidak ini untuk melindungi masyarakat Kota Probolinggo, dan meningkatkan daya saing perekonomian terkait dengan UMKM di Kota Probolinggo,”terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Ninik Ira Wibawati menambahkan pembinaan ini dilakukan setiap tahun sekali. Dan, setelah melakukan sidak ini nantinya Dinkes akan lebih ketat lagi, sidak ini memang sifatnya hanya pembinaan.

“Masyarakat harus lebih jeli melihat tanggal batas kedaluwarsa, karena sidak tadi banyak temuan, dan memang seharusnya mengkonsumsi makanan itu tiga bulan sebelum kedaluwarsa tidak boleh dikonsumsi,” imbuh Ninik.

Tim sidak siang itu antara lain Dinas Kesehatan, DKUPP, Polres Probolinggo Kota, Satpol PP, Dinas Perhubungan, MUI dan Lembaga Perlindungan Konsumen. (Mita/Humas) 

Wakil Wali Kota Soufis Subri dan seluruh Tim sidak saat melakukan sidak mamin di Ratna Mart, Kota Probolinggo (Foto : Rifki K I/Humas Dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Vice Mayor Mochammad Soufis Subri also found a number of expired food and beverages, as Mayor Hadi Zainal Abidin did before. The target of the inspection was Bayuangga bus station area, Ketapang Souvenir Centre, Supermarket 89 and Ratna Store, Tuesday (5/21).

On the first inspection was carried out at the shopping center inside the bus station, Vice Mayor checked some of the food and beverages sold. In order to find out the condition, Subri checked in detail the snack, food, and beverages on display. He found that the product was out of the stipulation that the product was expired, there was no expired date and no PIRT code.

Vice Mayor checked the center of the souvenirs on the next inspection. Subri again found expired food. On the third visit to a supermarket in the Kopian Housing area, Subri only found the expired products. However, on the last inspection, at Ratna Store, Subri did not find any food and beverages which was not worth selling.

Vice Mayor revealed in general that there are many findings including expired food without an expiration date, food without PIRT code and products to expire. This inspection is only a form of guidance which will be carried out by the Probolinggo City Health Department. But, in the future there will certainly be more concrete actions that will be conducted, cooperating with vertical agencies so that this development has a deterrent effect.

“We hope that people must be observant to see the goods to be purchased. This should be applied both by the merchants and buyers. The merchants have to be critical in receiving goods from the distributor which is going to expire,” Subri said.

“God willing, later there will be a follow-up inspection that will be carried out routinely because the aim of this inspection is to protect the people of Probolinggo City, and increase economic competitiveness related to MSMEs in the city,” he explained.

The Head of the Health Department, Ninik Ira Wibawati, added that this activity is conducted every year. And, after doing this inspection, the Health Department will be even firm in doing supervision, claiming this inspection is indeed just being fostering activity.

“People must be more observant about the expiration date because there were many findings, and products which are less than three months from the expiration date should not be consumed,” said Ninik.

The inspection team included the Health Department, DKUPP, Public Order Agency, Transportation Agency, MUI and the Consumer Protection Agency.