tanamkan Ibadah Sesuai Syariat Islam, Gelar Praktik Sholat

Para murid-murid PAUD Aisiyah se-Kota Probolinggo dan TK Kartika V-69, Jumat (24/5). Melaksanakan praktik shalat disaksikan oleh Wawali Mochammad Soufis Subri dan sejumlah undangan yang hadir. (Foto: Rizal Al Karimi/Humas Dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Suara Takbir berkumandang. Anak-anak muslimin dan muslimah berbondong-bondong menuju tempat shalat Idul Fitri di halaman Markas Kodim 0820 Probolinggo. Dengan membawa sajadah dan mukenah mereka menata tempat shalat masing-masing secara tertib. Mulut mereka pun komat-kamit menyerukan Takbir.

Setelah semua jamaah menempati shaf shalat, panitia membacakan hasil infaq kepada para jamaah. Tak berselang lama, imam/khotib Muhammad Yahya Ilyas dari TK ABA II memimpin shalat Idul Fitri. Ratusan anak-anak itu pun mengikuti praktik dengan tingkah pola mereka yang unik. Rangkaian shalat ditutup khutbah dari Adrian Malik Havier dari TK ABA V.

Begitulah pemandangan yang terlihat saat praktik shalat Idul Fitri 1440 Hijriyah yang diikuti PAUD Aisiyah se-Kota Probolinggo dan TK Kartika V-69, Jumat (24/5). Praktik shalat disaksikan oleh Wawali Mochammad Soufis Subri dan sejumlah undangan yang hadir.

Ketua PD Aisiyah Kota Probolinggo Romiyati mengatakan, praktik shalat Idul Fitri ini dilaksanakan untuk memberikan pembelajaran kepada anak-anak yang dimulai dari syariat tentang Ramadan. Selama seminggu, sekolah memberikan pemahaman tentang ibadah puasa dan kegiatan Ramadan sesuai syariat Islam.

“Kemudian diakhiri dengan shalat Idul Fitri. Dengan kegiatan ini kami ingin memberikan pengalaman dan pengalaman tentang ibadah puasa dan rangkaiannya dalam bulan Ramadan. Sekaligus pembelajaran untuk wali murid, karena anak-anak ini belum tapu apa-apa, mereka hanya sekedar mengalami dan menjalani. Wali murid-lah yang mengambil hikmah,” jelas Romiyati.

Sementara itu, Wawali Subri mengatakan, dengan praktik shalat ini dapat mengingatkan semua pihak bagaimana shalat Idul Fitri yang baik dan benar sesuai syariat Islam. “Kegiatan ini hal mendasar yang sangat penting. Memberikan pendidikan kepada anak tentang agama, mengenalkan anak akan ibadah dalam agama yang dianutnya,” ujarnya.

Wawali pun mengapresiasi kegiatan tersebut, sebab praktik shalat Idul Fitri menjadi upaya mengenalkan tata cara ibadah di agama Islam. Ia mengimbau orangtua agar tidak memberikan penekanan terhadap anak tentang baju baru saat lebaran. Karena lebaran bukan hanya baju baru tetapi kegiatan agamanya yang harus dipahami sejak kecil.

“Saya berharap semua PAUD menjadikan kegiatan ini sebagai contoh melaksanakan kegiatan yang positif. Anak-anak ditanamkan pendidikan karakter sejak dini. Kalau shalat anaknya diajak, jangan dianggap ribet atau ngerepoti. Anak-anak memang seperti itu, jangan merasa anak-anak adalah beban untuk kita,” imbau Subri. (famydecta/humas)