Launching Klinik Pendidikan di Tasyakuran Hardiknas Launched Education Clinic at Hardiknas

image_pdfimage_print

 

 

Jumat (5/5), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo menggelar Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017 sekaligus Launching Klinik Pendidikan. Dibuka oleh Wali Kota Probolinggo Rukmini ini dihadiri Ketua DPRD, Plt Sekda Ahmad Sudiyanto, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Disdikpora Rey Suwigtyo, Kepala Sekolah se-Kota Probolinggo.

On Friday (5/5), education, youth and sport agency (disdikpora) held tasyakuran (thankfulness) celebration for national education day (Hardiknas)of 2017 and launched education clinic. Opened by Probolinggo mayor Rukmini, it is also attended by the chairman of regional parliament, acting of regional secretary Ahmad Sudiyanto, the head of working units, the head of disdikpora Rey Suwigtyo, and all head masters of Probolinggo school.

“Pada hari ini (5/5) kami pernah menjanjikan kepada Ibu wali kota terkait beberapa aplikasi yang akan diterapkan. Kegiatan digital education masih belum sempurna, masih dalam proses (seperti e-gotik (Pendataan Tenaga Pendidikan dan Kependidikan)), klinik 0e-lapor Rek sebagaimana sebagai tindak lanjut dari Menpan. Ke depan ini semua akan online ke seluruh sekolah,” ujarnya.

“Today, we’ve made a promise to mayor about some applications such as e-gotik (datas on teachers and education), e-lapor Rek, but it is still in process, not perfect yet. We’ll be online connected to all school in the future,” said Rey.

Wali Kota Rukmini mengucapkan, bersyukur ujian sekolah SMP dan SMA berjalan lancar. Ia juga sempat mengeluhkan banyak anak usia sekolah yang justru belum sekolah. Mereka justru meminta-minta di perempatan jalan dan tidak bersekolah. 

Mayor Rukmini is really thankfull in case the examination of SMP (junior school) and SMA (senior high school) run well. But she really are disappoint on many children even they go to school but begging in a crossroad.

”Mudah-mudahan ke depan pendidikan di Kota Probolinggo ini semakin berkualitas, bermutu dan bisa mengangkat angka partisipasi dasar atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” ungkapnya.

“Hopefully Probolinggo has more qualified education in the future and it will raise Human Development Index (IPM),” said her.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.