Habib Hadi Ingatkan Jangan Percaya Berita Hoax

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi saat sambutan pada acara Munajat Malam 1000 Bulan dalam rangka peringatan Nuzulul Quran tahun 1440 H Kota Probolinggo, pada Minggu (26/5) di Alun – Alun Kota Probolinggo (Foto : Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar acara Munajat Malam 1000 Bulan dalam rangka peringatan Nuzulul Quran tahun 1440 H Kota Probolinggo, pada Minggu (26/5) di Alun – Alun Kota Probolinggo. Kegiatan tersebut dimeriahkan oleh pendakwah KH. Abdul Malik Sanusi, S.Ag, Pengasuh Pondok Pesantren Nurus Syam Desa Wringin Bondowoso bersama Majelis Sholawat Dloul Mustofa Pondok Pesantren Al – Islah Kanigaran Probolinggo.

Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin mengatakan ini sebagai salah satu wadah untuk bersilaturahmi. Kegiatan ini sangat penting dan strategis untuk  ikut serta mewujudkan visi – misi Wali Kota Probolinggo dan Wakil Wali Kota Probolinggo Tahun 2019 – 2014 yakni Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman dan Berkelanjutan. “Mudah – Mudahan komitmen yang kami buat bisa dirasakan  masyarakat Kota Probolinggo,” tuturnya.

Habib Hadi juga menyampaikan harapannya agar pembangunan rumah sakit baru semoga segera terealisasi, dan kebijakan yang sudah dibuat untuk memberikan satu unit ambulance per kelurahan akan terealisasi di akhir tahun 2019.  “Serta, masyarakat Kota Probolinggo  yang kurang mampu akan  langsung tercover oleh penerima bantuan iuran (PBI) yang dibiayai oleh Pemerintah,” lanjutnya.

“Semoga istiqomah dalam beribadah, tidak hanya di bulan ramadhan tapi bulan bulan berikutnya lebih meningkatkan kadar ibadahnya. Dan,  jangan mudah percaya berita hoax. Cek kebenarannya dulu, serta hati – hati dalam bermedia sosial agar kita dapat hidup rukun dan damai,” harapnya.

Dalam ceramahnya, KH Malik Sanusi mengatakan orang yang paling maksum adalah Rosululloh SAW yang terpelihara dari dosanya, sedangkan selain Rosululloh pasti punya dosa karena tidak ada manusia di bumi ini yang tidak punya dosa. “Artinya dalam keseharian kita pasti banyak dosa, kita manusia memang tempatnya salah dan dosa. Contohnya, orang tua kepada anak pasti melakukan kesalahan, apalagi anak kepada orang tua pasti banyak melakukan kesalahan.”jelasnya.

Di bulan Ramadhan ini, barang siapa yang menunaikan puasa, baik itu perampok, bajingan maupun orang yang sangat banyak dosanya, namun mereka bangga dengan datangnya bulan ramadhan karena niat ingin menghidupkan bulan ramdahan dengan cara berdzikir, memberbanyak amal sholeh, maka masih ada harapan diampuni dosanya. “Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT,” ujarnya.

Malam itu juga diserahkan bantuan kepada 37 hafidz dan hafidzoh masing – masing menerima Rp. 500 ribu dan marbot atau petugas kebersihan masjid sebanyak 217 orang se – Kota Probolinggo masing – masing menerima Rp. 250 ribu. (mita/humas)

Wali kota Probolinggo bersama para tamu undangan bersholawat bersama (Foto : Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)